Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Imlek menjadi momentum yang pas untuk bernostalgia akan tradisi masyarakat Tionghoa pada masa lalu. Salah satu agenda wajib yang ada saat Imlek adalah jajanan khas Tionghoa di pasar lawas.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ketua Umum Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia, Andrew Alister Susanto menghadirkan pasar lawas di Mal Kota Kasablanka agar generasi muda mengetahui apa pasar lawas dan apa saja jajanan khas yang dijual di sana. "Kami ingin nostalgia untuk membangkitkan romantisme pasar," kata Andrew Alister Susanto di Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.
Di pusat perbelanjaan tersebut terdapat miniatur pasar lawas berukuran sekitar 10 x 3 meter. Di dalamnya terdapat berbagai jajanan khas Tionghoa, seperti kwaci, kue, manisan, serta mainan anak-anak masa lalu, semisal ular tangga.
Beberapa dagangan di miniatur pasar lawas dalam rangkaian perayaan Imlek di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019. TEMPO | Bram Setiawan
Pasar itu dikemas dengan unsur lawas, dengan pajangan kalender tahun 1967. "Saya kira ini kenangan yang masih bisa kita ulangi," kata Azmi Abubakar, pemilik Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. Menurut dia pengunjung mal bisa melihat dagangan pasar lawas yang kini sulit didapat. "Dengan suasana Imlek seperti ini, keluar semua barang-barang itu di sini."
Baca juga: Pentas 7 Karakter Babi Lucu Sambut Imlek di Mall Ciputra Jakarta
Mal Kota Kasablanka dan Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia mengadakan rangkaian perayaan Imlek dengan nuansa budaya peranakan bertema 'Festival Pesisir Pulau Jawa'. Acara ini berlangsung pada 31 Januari sampai 24 Februari 2019. Selain pasar lawas, ada pula pementasan barongsai, wayang potehi, Imlek Fashion Show, Tarian Seribu Tangan, Shanghai Jazz, untuk memeriahkan Imlek.