Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Zhuhai - Angin dingin yang berembus dari Utara membuat temperatur terasa jauh lebih dingin dari 13 derajat Celsius seperti yang diramalkan di area Terminal Hong Kong-Zhuhai-Macau Bridge (HZMB) di Zhuhai, Provinsi Guangdong, Cina. Rabu siang dua pekan lalu itu Tempo melihat dari dekat penghubung Cina Daratan, Makau, dan Hong Kong. Sepanjang 55 kilometer, terdiri dari jembatan, dua buah pulau buatan, dan terowongan bawah laut.
Penghubung ini memangkas waktu mengemudi dari Hong Kong ke Zhuhai sekitar 3,5 jam, dari 4 jam menjadi 30 menit saja. Jika dibandingkan dengan menggunakan kapal feri, jembatan ini lebih cepat 30 menit menyeberangkan penggunanya.
Grafis Jembatan Cina-Makau-Hong Kong.
Yu Lie Deputi Direktur Otoritas Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau menggambarkan baja yang digunakan dalam proyek ini cukup untuk membangun 60 Menara Eiffel, yakni sebanyak 400 ribu ton. "Struktur baja yang digunakan dapat menahan dampak gempa berkekuatan 8 Magnitudo,” ujarnya.
Konstruksi jembatan diperhitungkan akan bertahan sampai sedikitnya 120 tahun dan bisa menghalau angin topan berkecepatan hingga 340 kilometer per jam. Mulai dibangun pada Desember 2009, penghubung ini diresmikan oleh Presiden Xi Jinping di Zhuhai, 23 Oktober lalu dan dibuka untuk umum sehari setelahnya.
Semula proyek ini direncanakan akan selesai pada 2016 tetapi pembangunan bagian Hong Kong tertunda karena masalah hukum atas dampak lingkungan. Marak protes dan pemberitaan dari media Hong Kong yang menyatakan pembangunan proyek ini mengganggu populasi lumba-lumba di perairan Hong Kong. Menanggapi hal itu Yu Lie mengatakan pihaknya telah melakukan semacam analisis dampak lingkungan sebelum memulai proyek tersebut.
Baca Juga: Disneyland Hong Kong, 5 Permainan Jadi Favorit Turis Indonesia
Tantangan lainnya, di Hong Kong dan Makau, para pengemudi menyetir di sisi kiri jalan. Di Cina Daratan, sebaliknya, para pengemudi menyetir di sisi kanan jalan, sehingga diperlukan pengaturan untuk itu. Jembatan tersebut dianggap sebagai wilayah Cina Daratan, sehingga sopir harus melakukan perjalanan di sisi kanan jalan. Pengemudi mobil juga harus mempunyai dua izin mengemudi yang berbeda untuk melewati jembatan.
Sebagian sumber dana pembangunan penghubung ini dibiayai oleh pinjaman bank. Menjawab pertanyaan wartawan, Yu Lie yakin proyek ini akan balik modal dalam 30 tahun. Selain dari tol, pemasukan akan didapat dari sumber lain, yaitu reklame dan biaya konsultansi penggunaan teknologi yang diciptakan pada proses pembangunan proyek ini. Bagaimana penasaran melaju di jembatan sepanjang 55 kilometer ini?
EKO PUNTO PAMBUDI (Zhuhai, Cina)
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini