Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Patung Raksasa Garuda Wisnu Kencana Aman dari Gempa Lombok

Pematung Nyoman Nuarta memastikan kondisi patung Garuda Wisnu Kencana yang baru rampung dalam kondisi aman dari guncangan Gempa Lombok Ahad lalu.

9 Agustus 2018 | 09.06 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Pemrakarsa Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Nyoman Nuarta berfoto dengan latar belakang Patung GWK di Ungasan, Badung, Bali, Selasa (31/7). ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Bandung - Pematung Nyoman Nuarta memastikan kondisi patung raksasa Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang baru rampung di Bali dalam kondisi aman dari guncangan Gempa Lombok yang terjadi Ahad lalu. Nuarta mengaku telah memeriksa kondisi patung setinggi 121 meter itu segera pasca-gempa. "Patungnya dirancang tahan gempa sampai skala (magnitudo) 8," katanya kepada Tempo, Rabu, 8 Agustus 2018.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Nuarta mengatakan sudah memperhitungkan risiko gempa di area lokasi patung. Khususnya potensi gempa di wilayah Bali, yang terus memanjang ke Lombok hingga timur. "Indonesia memang banyak daerah rawan gempa," ujarnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Beberapa jam setelah Gempa Lombok, Nuarta ke lokasi patung GWK. Kondisi pertama yang sempat dikhawatirkan yaitu para pekerja dan bagian crane yang tengah dibongkar bertahap untuk diturunkan. "Khawatirnya sisa kerangka crane mengenai patung, ternyata ketika gempa semua sudah di bawah," paparnya.

Baca Juga: 

Selain itu, Nuarta memastikan tidak ada material atau potongan kulit patung yang terlepas akibat guncangan gempa. Tepat sehari sebelum gempa, diadakan acara syukuran atas rampungnya patung raksasa itu. Selanjutnya pemerintah berencana meresmikan patung GWK yang berlokasi di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali terseut.

Sebelumnya diberitakan, patung GWK yang pembuatannya berjalan selama 28 tahun, terbuat dari panel atau kepingan. Dibuat di bengkel Nyoman Nuarta di Bandung, kepingan itu diangkut 300 truk. Berat per keping yang dipasang mencapai tiga ton.

Kepingan patung yang berjumlah 754 modul itu dipasang dengan bantuan crane. Nuarta mengatakan, gagasan pembuatan patung berwujud Dewa Wisnu menunggangi burung elang atau garuda itu diproyeksikan untuk menjadi landmark pariwisata dan ikon anyar di Pulau Bali. 

ANWAR SISWADI

Rita Nariswari

Rita Nariswari

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus