Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Sebelum Liburan Bersama Anak, Simak Kiat Mempersiapkannya

Perencanaan yang matang adalah kunci liburan menyenangkan bersama anak. Tapi ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan.

14 Juli 2021 | 15.59 WIB

Ilustrasi anak liburan (pixabay.com)
Perbesar
Ilustrasi anak liburan (pixabay.com)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Berwisata bersama anak bisa menjadi momentum untuk menghabiskan waktu sekaligus mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Namun, ada sejumlah hal yang patut diperhatikan sebelum berwisata atau liburan bersama anak.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Travel influencer dan pendiri Travel Sparks Nila Tanzil mengatakan hal paling utama adalah perencanaan yang matang. Dalam membuat perencanaan itu, orang tua perlu mempertimbangkan hal paling utama, yaitu apa yang disukai anaknya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Hal tersebut dapat dilihat dari daya ketertarikan anak. Pengetahuan tersebut dapat menjadi fondasi dalam menentukan destinasi wisata," kata dia dalam keterangan yang dirilis tiket.com, Rabu, 14 Juli 2021.

Nila mencontohkan anaknya yang suka berenang. "Maka saya sering mengajak ke pantai dan danau. Tidak hanya menikmati lautan, tetapi anak saya dapat belajar mengenai pengetahuan pelestarian bahari," kata dia.

Selain untuk bersenang-senang, momentum liburan bersama anak bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ilmu pengetahuan anak-anak. Misalnya berkunjung ke kebun binatang, museum atau monumen bersejarah hingga ke planetarium. Menurut Nila, hal itu bisa menjadi pilihan.

Orang tua dapat mempertimbangkan tujuan liburan dengan gaya belajar anak. Misalnya ada anak yang lebih gemar belajar lewat mendengarkan, ada yang lebih tertarik melihat gambar, ada yang semangat belajar jika bersentuhan langsung dengan objeknya dan ada yang memilih gaya belajar yang melibatkan fisiknya alias sambil bergerak.

Nila mengatakan tugas sebagai orang tua adalah mengarahkan anak agar menikmati proses belajar mereka apapun pilihan gaya belajar anak. “Misalnya seperti anak saya yang seorang visual learner, pengalaman melihat langsung binatang di kebun binatang, yang tadinya hanya dia lihat di buku, akan berkesan di benak anak-anak, sehingga mereka lebih mudah dalam menyerap ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai,” kata dia.

Hal yang tak kalah penting adalah mempertimbangkan jumlah kegiatan per hari bila liburan bersama anak. Nila menyarankan dua hingga tiga aktivitas per hari, mengingat anak butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan sebuah destinasi.

"Jika terlalu banyak acara atau lokasi kunjungan, maka anak-anak akan gampang lelah dan rewel. Itulah sebabnya, merencanakan kegiatan bersama anak-anak harus lebih santai," kata Nila.

Ia pun mengingatkan bahwa karena masih masa pandemi, persiapan untuk penerapan protokol kesehatan tak boleh dilewatkan saat liburan bersama anak. Selain harus diingatkan untuk menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, orang tua sebaiknya bersiap dengan membawa masker cadangan, menyimpan masker wajah, menyiapkan hand sanitizer dan disinfectant spray untuk anak-anak dan membawa peralatan makan sendiri.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus