Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Gunung Kidul - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapatkan tambahan dana dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pengembangan stone garden atau taman batu, di Ngingrong, Mulo, Wonosari.
"Tahun ini, Gunung Kidul mendapat anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk pengembangan Taman Batu," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Hary Sukmono, di Gunung Kidul, Senin, 26 Februari 2018.
Baca juga: Gunung Kidul Menggelar Pameran Arsip Lokal
Dia mengatakan anggaran itu akan digunakan untuk pengembangan kelengkapan dan papan informasi tentang Geopark Gunungsewu. Taman batu nantinya bisa menjadi tujuan wisata penyangga Geosite Lembah Ngingrong.
"Total anggaran pembangunan Geosite Lembah Ngingrong menghabiskan sekitar Rp 8 miliar dari total perkiraan anggaran Rp 23 miliar," ujarnya.
Saat ini, kata Hary, ada 13 geosite yang menjadi titik-titik kawasan geopark. Salah satunya adalah Lembah Ngingrong, yang kini dikembangkan dengan adanya pembangunan taman batu di dekatnya.
Taman batu adalah bagian dari pengembangan geosite untuk menarik kunjungan wisata dan sarana pendidikan. "Jumlah geosite tidak ditambah, tapi konsepnya adalah pengembangan geosite, yakni dengan mengedepankan unsur pendidikan dan budaya," ucapnya.
Selain berasal dari Gunung Kidul, batu yang berada di taman tersebut akan didatangkan dari Pacitan dan Wonogiri sebagai gugusan karst Gunungsewu untuk memperkuat keberadaan Geopark Gunungsewu yang diusung pemerintah tiga kabupaten. “Saat ini, sudah ada sekitar 30 jenis batuan dari 120 jenis yang ada di sekitar Gunungsewu,” tuturnya.
Hary berharap, akhir 2018 taman batu sudah dibuka untuk umum. Sehingga mampu meningkatkan pariwisata di Kabupaten Gunung Kidul. "Akhir tahun kemungkinan sudah bisa dibuka untuk umum," katanya.
ANTARA
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini