Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - World View, sebuah perusahaan layanan balon udara stratosfer, mengumumkan perluasan layanan yang mencakup pengalaman wisata luar angkasa yang baru dengan balon udara panas berteknologi tinggi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Penerbangan luar angkasa itu bisa membawa delapan peserta dan dua anggota awak World View dalam balon udara stratosfer bertekanan nol dan kapsul ruang angkasa bertekanan hingga 100.000 kaki atau hampir 23 mil ke stratosfer. Secara total, pengalaman akan berlangsung selama enam hingga 12 jam.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Perjalanan dimulai di pelabuhan antariksa World View yang terletak di sejumlah lokasi, seperti Grand Canyon di Amerika Serikat, Great Barrier Reef di Queensland Australia, Serengeti di Kenya, tempat Aurora Borealis di Norwegia, Amazonia di Brasil, Piramida Giza di Mesir dan Tembok Besar Cina di Mongolia. Para tamu akan merasakan penerbangan selama lima hari yang mencakup tamasya.
Penerbangan ini dibandrol dengan harga US$ 50.000 (Rp 715 juta) per orang. Meskipun masih sedikit lebih mahal daripada naik pesawat biasa, ini adalah diskon besar dari operasi wisata luar angkasa lainnya, yang beberapa di antaranya dapat mencapai hampir US$ 500.000 (Rp 7 miliar) per kursi.
Ada beberapa perusahaan pariwisata luar angkasa yang menawarkan pengalaman luar biasa untuk membawa pelanggan mereka ke luar angkasa. "Kami merayakan pencapaian mereka dalam mendorong industri pariwisata luar angkasa ke depan," kata Ryan Hartman, Presiden dan CEO World View. "Kami telah memilih untuk membangun jenis pengalaman wisata luar angkasa yang berbeda, yang akan memungkinkan lebih banyak manusia untuk melihat bulatnya Bumi, kegelapan ruang angkasa dan kerapuhan planet kita".
Mereka yang tertarik untuk bergabung dengan penerbangan luar angkasa dapat melakukan deposit mulai 4 Oktober hanya dengan US$ 500 (Rp 7 juta). Penerbangan komersial pertama World View diharapkan akan dimulai pada awal 2024 dengan lembaga nirlaba Space for Humanity, yang telah mengamankan penerbangan komersial perdana. "Kami sangat senang mendapatkan kapsul komersial pertama World View," kata Rachel Lyons, direktur eksekutif Space for Humanity, dalam pernyataannya.
TRAVEL AND LEISURE