Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ibu dari remaja berinisial FB, 16 tahun, yang diduga jadi korban pemukulan oleh seorang anak polisi berpangkat komisaris besar (kombes) mengatakan belum menerima hasil visum anaknya. “Belum, saat ini belum ada keterangan atau kejelasan bahwa hasil visum dari rumah sakit itu sudah diterima oleh kepolisian,” kata Yusna, ibu FB, saat dihubungi, Minggu malam, 21 November 2022.
FB diketahui melaksanakan visum et repertum di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Yusna merasa heran pada pihak polisi karena belum mengeluarkan hasil visum anaknya. Menurut dia, anaknya telah diperiksa untuk visum bersamaan dengan pertama kali ia membuat laporan polisi. “Padahal sudah semingguan ini lo, sudah delapan hari visum,” jelasnya.
Namun, untuk menjawab rasa penasarannya, ia berencana akan mengecek langsung kepada pihak rumah sakit. “Rencananya besok pagi (hari ini) kami ke sana mempertanyakan, mungkin enggak hasil visum sampai seminggu belum keluar,” kata dia.
Sebelumnya, seorang remaja berinisial FB, 16 tahun, diduga dipukuli oleh temannya, RC, 19 tahun, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu pekan lalu. Ibu FB, Yusna, melaporkan kejadian ini ke Polres Jakarta Selatan.
"Tiba-tiba anak saya pulang ke rumah, terus dia lapor kalau dia dipukul sama salah satu anak petinggi polisi. Tempat kejadiannya itu PTIK,” ujar ibu korban Yusna, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa 15 November 2022.
Yusna mengatakan terduga pelaku pemukulan terhadap anaknya mengaku mempunyai orang tua polisi yang berpangkat Komisaris Besar (Kombes). Pengakuan itu membuat anaknya tidak berani melawan saat dianiaya.
“Saya bilang kenapa kamu enggak melawan. Dia jawab ‘anak itu anak Kombes bu, pelatih aja takut sama dia’. Karena di mana-mana membuat masalah, dia selalu bawa-bawa nama sebagai anak kombes ‘saya ini anak kombes’,” kata Yusna menirukan ucapan anaknya.
Baca: Mengaku Anak Kombes, Remaja Diduga Pukul Teman Bimbel Masuk Akpol di PTIK
Pemukulan oleh anak Kombes dilakukan di depan pelatih
Yusna mengatakan anaknya dan terduga pelaku sama-sama mengikuti bimbingan belajar untuk persiapan masuk Akademi Kepolisian (Akpol) di PTIK.
Selain itu, Yusna merasa miris karena pemukulan itu dilakukan di depan pelatih terduga pelaku dan korban. "Pelatihnya itu tahu kalau anak saya sudah dibuat bonyok sama anak ini, dan dia lihat sendiri kalau anak saya sudah dipukul sama anak itu," kata dia.
Selain dipukuli, kata Yusna, anaknya mendapat ancaman dari terduga pelaku bahwa ia bakal dihabisi. Oleh sebab itu, korban merasa ketakutan dan tidak berani untuk keluar rumah. “Sekarang yang paling parah anak saya ketakutan, soalnya sudah diancam mau dihabisin, dia (korban) tidak mau keluar rumah,” katanya.
Yusna menuturkan dugaan penganiayaan ini membuat wajah anaknya memar dan berdarah. "Sudah saya visum, di sini berdarah semua (area wajah) memar di sini, ulu hatinya juga. Tiga kali pukulnya (lokasi), di tempat parkir, lapangan tempat lari, dan mobil kita juga dirusak," ungkapnya.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan oleh ibu korban ke Polres Jakarta Selatan. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP / 3596 / XI / 2022 / RJS tertanggal 12 November 2022.
ALIYYU MEDYATI
Baca juga: Anak Kombes Dilaporkan ke Polisi dalam Kasus Penganiayaan, Korban Anak-anak, Memar
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini