Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melantik tiga pejabat struktural. Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, jabatan tersebut adalah Direktur Penyidikan, Direktur Monitor, dan Kepala Biro Perencanaan Keuangan KPK. "Posisi ini merupakan hasil seleksi," kata Febri Diansyah, Rabu, 19 September 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dari tiga jabatan tersebut, posisi Direktur Penyidikan yang paling menjadi sorotan. KPK melantik Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Besar R.Z. Panca Putra, menggantikan Aris Budiman sebagai Direktur Penyidikan.
Pria kelahiran Januari 1969 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian atau Akpol 1990. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banyumas. Kemudian, Dia dilantik sebagai Kapolres Tegal pada 2010.
Panca kemudian menduduki jabatan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah pada 2011. Setahun kemudian, ia naik menjadi Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Kalimantan Tengah.
Pada 2013, Panca kembali ke Jakarta. Ia menjadi berada di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdikpol. Ia menjadi Dosen Utama di sana. Baru pada Februari 2017, Panca menjadi Wail Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri.
Ketika menduduki posisi Wakil Direktur Tindak Pidana Umum, Panca Putra pernah membongkar skandal penyelundupan perempuan asal Sukabumi ke Malaysia. "Dari penyelidikan Bareskrim Polri berhasil menangkap dan mengamankan lima oerang pelaku yang bertindak sebagai perekrut dan yang menyiapkan dokumen palsu untuk membawa korban ke Malaysia," kata Panca di Bareskrim, Gambir, Jakarta, Kamis, 13 September 2018. Sekarang, ia resmi menjadi Direktur Penyidikan KPK.