Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Korlantas Polri menyatakan, sistem ganjil genap di tol tetap akan diterapkan saat arus balik Lebaran 2025. Arus balik sebelumnya diprediksi akan terjadi pada 5 hingga 7 April 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kabag Ops Korlantas Polri Komisaris Besar Aries Syabudin berharap, melalui rekayasa lalu lintas ini, arus kendaraan dapat terdistribusi dengan baik. “Tujuannya ganjil genap itu kan sebetulnya untuk memastikan bahwa masyarakat bisa membagi tingkat kepadatan di ruas-ruas yang memang akan terjadi kepadatan,” kata Aries Syabudin melalui keterangan tertulis, Rabu, 2 April 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dia mengatakan, saat ini terjadi peningkatan arus menuju tempat-tempat wisata. Sejumlah rekayasa lalu lintas pun diterapkan secara lokal di titik tertentu.
Pada Rabu kemarin, kata dia, secara umum situasinya terpantau kondusif. Korlantas Polri masih memantau sejumlah jalur-jalur wisata untuk memastikan agar tetap kondusif.
"Kami masih memantau utamanya di jalur-jalur wisata seperti jalur Puncak, kemudian jalur-jalur wisata lain seperti Malang, kemudian di kawasan Dieng dan Lembang. Ini menjadi atensi kami,” ujar Aries.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi arus balik Lebaran akan terjadi mulai 5 April 2025. Polri mengerahkan 164.298 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
"Puncak arus balik kemungkinan antara 5 dan 7 April 2025," ujar Kapolri pada Kamis, 20 Maret 2025.
Secara total, ada 2.335 posko yang disiagakan, terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, serta 309 pos terpadu. Selama Operasi Ketupat 2025, Polri juga melibatkan seluruh stakeholder seperti TNI, Basarnas, BMKG, Kementerian Perhubungan, hingga Pramuka.
Pilihan Editor: Arus Mudik Lebaran 2025, Kakorlantas Sebut Hampir Dua Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta