Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Siswi SMK Bogor Tewas, Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku

Andriana, siswi SMK Bogor tewas ditikam sepulang sekolah. Saat ditemukan, pisau badik masih menancap di tubuhnya.

9 Januari 2019 | 19.21 WIB

Polisi menunjukkan sebilah pisau barang bukti pembunuhan siswi Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi SMK Baranangsiang Bogor Kls XII Busana, Kota Bogor, oleh orang tak dikenal pada, Selasa siang, 8 Januari 2019. TEMPO/Sidik Permana
Perbesar
Polisi menunjukkan sebilah pisau barang bukti pembunuhan siswi Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi SMK Baranangsiang Bogor Kls XII Busana, Kota Bogor, oleh orang tak dikenal pada, Selasa siang, 8 Januari 2019. TEMPO/Sidik Permana

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Bogor - Kepolisian Resor Kota Bogor Kota masih terus melakukan pendalaman untuk menyelidiki motif dan menangkap pelaku pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya, 17 tahun, siswi kelas XII Jurusan Tata Busana Butik SMK Baranangsiang. Siswi SMK Bogor itu ditemukan tewas di tangga Jalan Riau, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa lalu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kepala Kepolisian Resor Kota Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan, pihaknya sudah punya gambaran untuk motif dan pelaku penusukan siswi SMK Baranangsiang hingga tewas. "Sedikit gambaran sudah ada gambaran dan saat ini masih kita dalami motif dan melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan," kata dia, Rabu, 9 Januari 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Ia pun mengungkapkan bahwa identitas pelaku sudah diketahui. Saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran pelaku yang melarikan diri. "Pelakunya berinisial S, dan petugas kami masih melakukan pengejaran," kata dia.

Berdasarkan pengalaman dan pengungkapan kasus pembunuhan, kata Hendri, motifnya tidak jauh akibat dendam dan sakit hati. "Meski belum pasti karena pelakunya masih kita buru, tapi secara umum, kasus pembunuhan biasanya motif karena dendam dan sakit hati," kata dia.

Menurut Hendri, untuk mengungkap kasus pembunuhan itu pihaknya melakukan beberapa langkah. Salah satunya menggunakan scientific investigation. "Kami terus mendalami kasus ini dengan langkah scientific investigation agar kasus ini terungkap dan pelaku dapat ditangkap," kata dia.

Hendri mengatakan pihaknya untuk sementara sudah memeriksa empat orang saksi untuk diminta keteranganya terkait kasus pembunuhan siswi SMK yang tewas dibunuh saat pulang sekolah itu. "Sudah empat saksi yang kita panggil diperiksa dan diminta keteranganya," kata dia

Empat saksi yang diperiksa berkaitan dengan pembunuhan siswi SMK Bogor tewas itu adalah Endang Triastuti, guru SMK sekaligus wali kelas korban, seorang karyawan swasta Brian Ammarta Hilma dan dua warga lainya, yakni Ronni Aris dan Lukman.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus