Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mengalami ketegangan, Rusia akhirnya melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Sudah hampir satu tahun konflik kedua negara itu atau Perang Rusia Ukraina tak juga surut. Selama 11 bulan belakangan, berbagai peristiwa telah terjadi di Ukraina akibat invasi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Beberapa pekan pertama pertama invasi, pasukan Rusia mendesak ke kota-kota besar Ukraina termasuk Kyiv, Kharkiv dan Kherson. Rusia menduduki Bucha dan dituduh melakukan kejahatan perang di sana.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Beberapa waktu berselang, Rusia juga melancarkan invasi ke Mariupol. Wilayah ini mengalami beberapa pertempuran paling intens selama perang. Adapun di antaranya, pengeboman rumah sakit bersalin pada 9 Maret hingga serangan udara di Teater Drama Regional Donetsk pada 16 Maret 2022.
Pada 9 Agustus 2022, serangkaian ledakan juga mengguncang pangkalan udara Rusia di Semenanjung Krimea. Ledakan itu menewaskan satu orang dan melukai 14 korban lainnya. Citra satelit menunjukkan sejumlah pesawat tempur hancur dalam ledakan itu dan pangkalan mengalami kerusakan parah.
Baca: Zelensky Bantah Soledar Jatuh ke Rusia
Catatan terbaru dari perang Rusia Ukraina
1. Klaim Rusia menguasai Soledar
Mengutip Reuters, Rusia menyatakan pasukannya telah menguasai Soledar di Ukraina timur. Kementerian pertahanan Rusia dalam keterangan Jumat, 13 Januari 2023, mengatakan pasukannya merebut kota tambang garam itu pada Kamis malam. Klaim itu dibantah oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang mengatakan pertempuran terus berlanjut.
Sebelumnya pada Jumat, Ukraina mengatakan pasukannya masih bertahan di Soledar setelah malam pertempuran. Kota itu disebut telah menjadi salah satu medan perang paling berdarah dari seluruh perang.
2. Klaim Rusia membunuh 600 tentara Ukraina dibantah
Rusia mengeklaim telah membunuh 600 orang tentara Ukraina. Mereka disebut tewas akibat serangan rudal yang ditempatkan di dua bangunan yang digunakan sebagai barak di Kramatorsk. Namun klaim tersebut dibantah oleh angkatan bersenjata Ukraina.
Sebelumnya militer Ukraina juga mengeklaim telah menewaskan 800 tentara Rusia dalam beberapa hari belakangan. Sebagian besar pasukan Rusia yang tewas akibat pertempuran di wilayah Donetsk timur.
3. Ukraina melepaskan roket ke markas tentara Rusia
Ukraina melepaskan roket baru-baru ini di sekolah yang menampung tentara di Makiivka, Donetsk. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan 89 jumlah personel militernya tewas akibat serangan itu. Menurut Rusia, serangan tersebut diakibatkan oleh penggunaan ponsel secara ilegal oleh pasukannya.
“Faktor ini memungkinkan musuh untuk melacak dan menentukan koordinat lokasi tentara untuk serangan rudal,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.
4. 100 tentara Ukraina berlatih sistem pertahanan
Sekitar 100 tentara Ukraina akan bertolak ke Amerika Serikat untuk memulai pelatihan sistem pertahanan rudal patriot. Mengutip Al Jazeera, langkah itu membuat Kyiv semakin dekat untuk mendapat perlindungan yang telah lama dicari terhadap serangan rudal Rusia.
“Jumlah tentara Ukraina yang datang ke Fort Sill di negara bagian Oklahoma kira-kira sama dengan jumlah yang dibutuhkan untuk mengoperasikan satu baterai. Mereka juga akan belajar merawat baterai Patriot,” kata juru bicara Pentagon Jenderal Angkatan Udara Pat Ryder.
Kebutuhan Barat untuk memasok Ukraina dengan peningkatan jumlah senjata modern sangat penting karena Rusia sedang mengumpulkan kekuatan untuk eskalasi lain, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “http://tempo.co/”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.