Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Angka pengangguran di kalangan pemuda berusia 15-29 tahun di Palestina meningkat dari 30,7 persen pada 2007 menjadi 41 persen pada 2017. Demikian keterangan dari Biro Pusat Statistik Palestina kepada media seperti dikutip Middle East Monitor.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Pemuda menganggur di Tepi Barat meningkat dari 25,6 persen pada 2007 menjadi 27,2 persen pada 2017. Sementara pemuda tak bekerja di Jalur Gaza meningkat lebih cepat rata-rata dari 39,8 persen pada 2007 menjadi 61,2 persen pada 2017," kata Biro melalui sebuah pernyataan yang disampaikan pada Hari Pemuda Internasional.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Para pekerja menuangkan sulingan minyak zaitun di sebuah pabrik di Kota Gaza, Palestina, 4 Oktober 2016. REUTERS/Mohammed Salem
"Di sana, ada 400 ribu pemuda Palestina menganggur," bunyi hasil survei Biro Statistik. "Pemuda Palestina berjumlah sekitar sepertiga penduduk."
Peningkatan angka pengangguran di Gaza dalam beberapa tahun ini akibat dari pengepungan oleh Israel serta blokade wilayah darat dan laut Asosiasi Pengusaha Palestina dalam pengumumannya pada Sabtu, 11 Agustus 2018, mengatakan, lebih dari 95 persen pabrik di Gaza tutup.
Para pekerja memetik buah zaitun saat musim panen untuk diproses menjadi minyak di sebuah pabrik di Kota Gaza, Palestina, 4 Oktober 2016. REUTERS/Mohammed Salem
"Sekitar 75 ribu orang telah kehilangan pekerjaan disebabkan penutupan pintu gerbang Karm Abu Salem atau Kerem Shalom," kata Ketua Asosiasi, Ali al-Hayek. "Blokade Israel berbahaya bagi ekonomi Palestina."