Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Berita Tempo Plus

Gaya amerika mengatur dunia

Pandangan bekas menlu as lawrence eagleburger dan penggantinya marren christopher mengenai: irak, somalia, bosniahercegovina, haiti, timor-timur, maupun rusia.

30 Januari 1993 | 00.00 WIB

Gaya amerika mengatur dunia
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

DUNIA sedang kacau. ''Tampaknya akan semakin buruk di tahun-tahun mendatang,'' ujar Lawrence Eagleburger, bekas menteri luar negeri AS. Ambruknya Uni Soviet, yang mengakibatkan hilangnya ancaman perang nuklir, ternyata melahirkan ketidakstabilan baru di dunia. Ketegangan antaretnis atau kebencian rasial, yang sempat marak di dunia sampai berakhirnya Perang Dunia II, kini muncul kembali. Pergolakan di Yugoslavia dan republik-republik Asia di bekas Uni Soviet, Somalia dan Kamboja, serta kasus lainnya di belahan bumi itulah yang harus dihadapi oleh pemerintahan baru Bill Clinton. Berikut adalah pandangan Lawrence Eagleburger, menteri luar negeri di zaman George Bush, dan Warren Christopher, penggantinya, kepada sejumlah media AS, pekan lalu. Irak: Lawrence Eagleburger: Saya kira Clinton akan berurusan dengan Irak selama beberapa periode mendatang. Tak seorang pun dapat meramalkan, apakah tekanan yang dialami rakyat Irak terus-menerus sekarang ini akhirnya mampu memicu mereka agar segera mencopot Saddam dan menggantikannya dengan orang lain. Saya menganggap bahwa Saddam tak berbahaya, selama masyarakat internasional dapat terus-menerus mengurungnya di dalam kandang. Namun, bila kita mengendurkan pengucilan itu, dengan mencoba jurus baru, ia dapat menjadi berbahaya lagi. Warren Christopher: Ini jelas situasi yang berbahaya. Melihat latar belakangnya dan perlakuan terhadap rakyatnya sendiri, Saddam tak akan bersikap lunak. Tapi saya yakin, gempuran udara -- setiap kali ia melakukan provokasi -- dan sejumlah tekanan, lama-lama akan memperlemah kedudukannya. Di samping menjaga agar tekanan tetap berlangsung, kami mencari jurus baru yang dapat membuat Irak sadar untuk membantu rakyatnya mencari pemimpin baru yang lebih cocok. Saya beranggapan, kita harus menggunakan kekerasan jika diperlukan. Tentu saja dengan peningkatan langkah diplomasi yang selama ini kurang dimanfaatkan. Somalia: Lawrence Eagleburger: Saya melihat penarikan sebagian pasukan marinir AS belakangan ini sebagai indikasi operasi berjalan lancar. Pengamanan jalur bantuan makanan bisa dikatakan cukup berhasil. Sementara itu, sejumlah pasukan logistik dan tempur AS masih bertahan beberapa bulan, untuk membantu tugas pasukan pemelihara perdamaian PBB di Somalia. Kini tinggal menciptakan kestabilan keamanan di Somalia. Duta Besar Oakley telah menghasilkan karya besar dengan membuat mereka sepakat untuk melakukan perundingan. Saya pikir, tugas itu dapat dilaksanakan oleh pasukan PBB, meski butuh waktu cukup lama. Bosnia-Hercegovina: Lawrence Eagleburger: Ini adalah kekacauan yang menyedihkan. Saya menyesalkan sikap tak tegas Dewan Keamanan PBB dalam menelurkan resolusi untuk memberlakukan kawasan larangan terbang di Bosnia sejak beberapa pekan lalu. Fakta sejarah menunjukkan bahwa Eropa Barat tak pernah berhasil mencapai kata sepakat untuk menyelesaikan masalah Yugoslavia. Kegagalan perdamaian di Jenewa mengesankan bahwa dunia internasional tak berani mengambil langkah tegas yang dapat mengurangi jatuhnya lebih banyak korban. Warren Christopher: Tragedi yang terjadi di Bosnia benar-benar keterlaluan. Namun, dalam era sekarang ini, kami harus memperbarui kapan dan di mana AS bisa menggunakan kekuatan demi kepentingan bersama. Kami jelas tak mungkin sendirian menjawab setiap krisis. Sesuai dengan sikap keras Presiden Clinton, kami mendukung diberlakukannya kawasan larangan terbang di Bosnia, atau melakukan pengeboman untuk mengamankan jalur bantuan kemanusiaan ke Sarajevo dan Bosnia. Haiti: Lawrence Eagleburger: Saya rasa Presiden Clinton membutuhkan waktu cukup lama untuk memulihkan demokrasi di Haiti. Kami gembira ketika Aristide terpilih dulu. Namun, kemudian kami sadar bahwa demokrasi belum mengakar di negeri itu. Saya yakin, tak seorang pun bakal menyalahkan pemerintahan Clinton jika proses demokrasi memakan waktu lama. Warren Christopher: Kami tak memberikan suaka politik, seperti yang dijanjikan Presiden Clinton, untuk sementara ini, untuk menekan risiko yang dihadapi para pengungsi. Perlu diketahui, selama ini 20% sampai 30% pengungsi hilang di laut. Itulah pertimbangan utamanya. Tujuan jangka panjang tetap mengembalikan demokrasi di Haiti. Timor Timur: Warren Christopher: Masalah Timor Timur merupakan salah satu masalah lama di bidang hak asasi manusia. Langkah maksimal yang dapat kami lakukan adalah terus melakukan tekanan diplomatik terhadap kawasan ini, agar lebih memperhatikan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi sejak 1977 hingga 1981. Saya tak punya solusi magic, selain itu. Rusia: Lawrence Eagleburger: Sulit memberi ramalan jangka panjang. Saya optimistis, Yeltsin mampu menjalankan reformasi yang dijalankannya selama ini. Meski peluangnya tak besar, karena mengalami tantangan serius dari sayap kanan dan dari kelompok nasionalis dan etnis Rusia yang tak mau bekerja sama dengan Barat. Itu semua tergantung besarnya dukungan dana dan psikologis yang kami berikan. Karena itu, saya berharap Kongres AS yang baru bersedia mengucurkan bantuan lebih banyak. Saya rasa kemungkinannya untuk berhasil lebih besar daripada sebaliknya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus