Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Jurnalis dan Kartunis Turki Raih Penghargaan Pers Dunia

Jurnalis sekaligus kartunis Turki, Musa Kart, meraih penghargaan pers dunia untuk kategori gambar jurnalistik terbaik, Kamis 3 Mei 2018.

4 Mei 2018 | 18.40 WIB

Cumhuriyet. aljazeera.com
Perbesar
Cumhuriyet. aljazeera.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Jurnalis dan kartunis asal Turki yang telah dipenjara tiga tahun lebih meraih pengharagaan pers dunia dalam kategori Gambar Jurnalistik Terbaik, kamis, 3 Mei 2018, bertepatan dengan peringatan Hari Pers Sedunia. Penghargaan ini diberikan setiap dua tahun sekali untuk kartunis, terutama yang menjadi jurnalis di tengah rezim otoriter.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dikutip dari Reuters, Jumat 4 Mei 2018, kartunis karikatur, Musa Kart, dari surat kabar oposisi Cumhuriyet, merupakan salah satu jurnalis yang ditahan bersama 13 rekannya. Rata-rata vonis antara 2,5 tahun hingga 7,5 tahun atas tuduhan mendukung imam Fetullah Gulen, yang disalahkan mendalangi kudeta yang berakhir gagal pada tahun 2016 silam. Keempat belas jurnalis Cumhuriyet membantah tuduhan ini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Jurnalis dan aktivis berkumpul di depan gedung pengadilan di Istanbul, Jumat 28 Juli 2017, dengan membawa poster bertuliskan "Kami Ingin Mereka Semua Bebas" memprotes peradilan terhadap jurnalis dan staf surat kabar Cumhuriyet, yang mengkritik Presiden Recep Tayyip Erdogan, dengan tuduhan membantuk kelompok teroris. Pengadilan ini menentukan mereka ditahan atau dibebaskan. [AP]

Musa Kart, 64 tahun, divonis tiga tahun dan sembilan bulan. Pascakudeta, ia menghabiskan sembilan bulan di penjara.


"Surat kabar yang saya cintai kini dikepung pihak yang merasa gerah dengan arah jurnalismenya dan ingin membungkamnya dengan ancaman hukuman yang berat," kata Kart melalui pesan yang dibacakan putrinya, Seran Uney, dalam peringatan Hari Pers Dunia di Jenewa, Swiss, Kamis kemarin.

"Kartunis adalah barometer kebebasan berekspresi. Ketika hanya sedkit keterbukaan di Iran, kita mengetahuinya berkat kartunis," ujar Jean Plantu, kartunis dari Prancis sekaligus juri dari Cartooning for Peace Foundation.

Kasus penangkapan jurnalis Cumhuriyet termasuk dalam kasus penangkapan tingkat tinggi sejak negara Turki mengumumkan darurat negara pascakudeta. 150 media Turki dibredel dan 160 jurnalis dipenjara.

Eka Yudha Saputra

Alumnus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Bergabung dengan Tempo sejak 2018. Anggota Aliansi Jurnalis Independen ini meliput isu hukum, politik nasional, dan internasional

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus