Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Kepala IOM: Kami Tidak akan Terlibat dalam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza!

IOM tidak akan menjadi bagian dari evakuasi paksa warga Palestina keluar dari Gaza, kata sang direktur, Amy Pope, yang berkewarganegaraan AS

26 Februari 2025 | 13.00 WIB

Amy Pope, direktur jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menghadiri konferensi pers di Jenewa, Swiss, 2 Oktober 2023. Reuters
Perbesar
Amy Pope, direktur jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menghadiri konferensi pers di Jenewa, Swiss, 2 Oktober 2023. Reuters

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) tidak akan menjadi bagian dari evakuasi paksa warga Palestina keluar dari Gaza, kata direktur badan PBB tersebut, Amy Pope, pada Selasa seperti dilansir Al Arabiya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Pengusiran semacam itu akan menjadi "garis merah" bagi pemerintah di wilayah tersebut, kata Pope. Pernyataan ini dilontarkan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan untuk mengambil alih Jalur Gaza yang dilanda perang mengusir lebih dari dua juta penduduk Palestina.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Kami membuat komitmen kepada komunitas yang kami layani, bahwa kami tidak akan terlibat dalam segala jenis pergerakan paksa penduduk atau evakuasi orang," kata Pope, yang berkebangsaan Amerika Serikat.

Proposal Trump untuk membangun kembali Gaza menjadi "Riviera Timur Tengah" sementara penduduknya mengungsi memicu kritik luas dari dunia Arab hingga sejumlah sekutu AS, ketika pertama kali dipresentasikan pada awal Februari.

"Seperti yang kita lihat sekarang, (perpindahan warga Palestina) telah menjadi garis merah bagi pemerintah Yordania dan Mesir," kata Pope tentang dua negara yang menurut Trump dapat menerima warga Gaza.

"Kami adalah aktor kemanusiaan," ujar dia.

"Jadi kami tentu saja tidak terlibat dalam kegiatan yang akan menjadi garis merah bagi negara-negara anggota utama."

Dihadapkan dengan oposisi kuat di Timur Tengah dan sekitarnya, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara pada Jumat bahwa dia "tidak memaksa" rencananya.

Pope, dalam kunjungan ke Gaza pekan lalu, mengatakan dia hanya melihat kehancuran.

"Kamu ... melihat bangunan yang telah hancur total, Anda melihat puing-puing" dan mobil yang terbakar, katanya.

"Saya melihat orang-orang di pinggir jalan dalam bayang-bayang bangunan yang runtuh, di sekitar api, mencoba untuk tetap hangat."

Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan sebelumnya pada Selasa bahwa enam bayi yang baru lahir meninggal dalam cuaca dingin yang telah mencengkeram wilayah itu selama seminggu terakhir.

Sebagian besar dari 2,1 juta penduduk Palestina telah mengungsi beberapa kali selama genosida 16 bulan Israel di Gaza, dan hampir 70 persen bangunan di wilayah itu diperkirakan rusak atau hancur.

Sistem perawatan kesehatan juga telah runtuh, dengan hanya 18 dari 35 rumah sakit yang sebagian berfungsi dan kekurangan peralatan medis penting.

Perkiraan PBB menempatkan biaya rekonstruksi lebih dari US$53 miliar.

Gencatan senjata yang rapuh yang berlaku sejak 19 Januari telah memungkinkan peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza, meskipun Hamas menuduh Israel memblokir masuknya beberapa pasokan penting.

Gencatan senjata, yang ditengahi oleh AS, Mesir, dan Qatar, mengakhiri pertempuran sengit selama 15 bulan yang meletus setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyandera sekitar 250 orang.

Genosida Israel telah menewaskan lebih dari 48.350 warga Palestina yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, membuat sekitar 90 persen penduduk Gaza mengungsi dan menghancurkan infrastruktur dan sistem kesehatan wilayah itu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus