Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok peneliti Berkeley Earth menemukan 2018 adalah tahun keempat kalinya suhu bumi menyentuh titik terpanas. Suhu rata-rata bumi pada 2018 sekitar 1,16 derajat Celsius atau lebih hangat dibanding rata-rata suhu dari tahun 1850 sampai 1990.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Secara keseluruhan, 2018 suhu bumi masuk dalam tingkat suhu terpanas sama seperti yang terjadi pada 2015. Pada periode itu, suhu bumi lebih hangat dibanding tahun-tahun sebelumnya sejak 1850. Kondisi ini menggambarkan trend terpanjang pemanasan global," tulis Berkeley Earth dalam laporannya, seperti dikutip dari aa.com.tr, Sabtu, 26 Januari 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berkeley Earth dalam laporannya menjelaskan 2016 masih menjadi rekor tertinggi bumi menyentuh suhu panas tertinggi. Kondisi ini dipicu oleh El Nino yakni sebuah fenomena iklim yang menaikkan temperatur di kawasan pasifik.
Dalam tiga tahun terakhir, suhu panas bumi meningkat dan 2018 suhu bumi lebih hangat dibanding tahun-tahun sebelum 2015. Ini artinya, suhu bumi masih konsisiten dengan tren pemanasan global.
Laporan yang diterbitkan Berkeley Earth itu, diperoleh dari hasil pengolahan data bersama yang diserahkan oleh Layanan Perubahan Iklim Copernicus yakni sebuah lembaga milik Uni Eropa. Berkeley Earth juga mempelajari data dari Organisasi Meteorologi Dunia yaitu sebuah badan cuaca milik PBB.
Sedangkan Berkeley Earth adalah sebuah organisasi yang fokus pada analisa temperatur bagi ilmu pengetahuan iklim. Organisasi ini telah melakukan sejumlah analisis rata-rata temperatur bumi secara menyeluruh sejak 2013.