Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
BAYI merah itu baru berusia 10 hari. Ia ditidurkan di lantai beralas karpet plastik dan satu-dua lapis kain di bawah kelambu hijau. Sesekali ia menggeliat, lalu kembali terlelap. Bayi ini anak pasangan Mohammed Sadek, 25 tahun, dan Estofa, 24 tahun. Pengungsi Rohingya itu tinggal di ruangan berukuran 3 x 3 meter di bekas Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe di Desa Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh. Mereka menempati gedung berlantai keramik itu bersama beberapa keluarga Rohingya lain yang juga mempunyai bayi.
Putri Zuhra Furna dari Aceh berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Bertahan di Tenda Penampungan". Artikel ini merupakan bagian dari jurnalisme konstruktif yang didukung International Media Support