Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Top 3 Dunia: Rusia Kehilangan Armada Tempur hingga Kesaksian Penyintas Gempa Turki

Top 3 dunia adalah Rusia yang kehilangan armada tempur di tahun kedua perang dengan Ukraina, hingga penyintas gempa Turki yakin diselamatkan Allah.

17 Februari 2023 | 06.00 WIB

Pelayat meletakkan bunga di dekat peringatan Api Abadi saat mereka berkumpul di Glory Square sehari setelah Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa puluhan prajurit Rusia tewas dalam serangan rudal Ukraina, di Samara, Rusia, Selasa, 3 Januari 2023. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut sebanyak 89 prajurit tewas akibat serangan di akomodasi sementara mereka di Makiivka, wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia, saat perang Rusia Ukraina berlanjut. REUTERS/Albert Dzen
Perbesar
Pelayat meletakkan bunga di dekat peringatan Api Abadi saat mereka berkumpul di Glory Square sehari setelah Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa puluhan prajurit Rusia tewas dalam serangan rudal Ukraina, di Samara, Rusia, Selasa, 3 Januari 2023. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut sebanyak 89 prajurit tewas akibat serangan di akomodasi sementara mereka di Makiivka, wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia, saat perang Rusia Ukraina berlanjut. REUTERS/Albert Dzen

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Berita top 3 dunia kemarin dimulai dari Rusia yang kehilangan separuh armada perangnya dalam setahun perang dengan Ukraina. Di sisi lain, Kyiv sedang bersiap menerima bantuan tank dari negara-negara sekutunya.

Berita kedua top 3 dunia adalah Rusia mengklaim berhasil memukul mundur pasukan Ukraina sejauh 3 kilometer. Ukraina mengakui namun tak memberi rincian.

Berita terakhir top 3 dunia adalah kesaksian penyintas gempa Turki yang berhasil diselamatkan setelah lebih dari sepekan peristiwa mengerikan itu terjadi. Ia yakin diselamatkan oleh keajabaian Tuhan. Berikut berita selengkapnya: 

1. Memasuki Tahun Kedua Perang, Rusia Kehilangan Separuh Armada Tank Tempur

Rusia telah kehilangan sekitar separuh dari tank-tank terbaiknya dalam setahun sejak mereka menginvasi Ukraina dan kesulitan untuk menggantinya, kata sebuah pusat riset terkemuka, Rabu, 15 Februari 2023, sementara Kyiv bersiap untuk menerima pengiriman tank-tank tempur modern dari Barat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Tetapi Moskow mempertahankan sebagian besar angkatan udaranya dan mungkin lebih aktif mengerahkannya dalam fase perang berikutnya, kata Institut Studi Strategis Internasional (IISS).

Dalam laporan Military Balance, sebuah alat rujukan utama pakar-pakar pertahanan, IISS mengatakan tingkat kehilangan untuk beberapa kelas tank paling modern Rusia mencapai 50%, memaksanya untuk mengandalkan model era Soviet yang lebih tua.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Mereka sedang memproduksi dan mengaktifkan kembali tidak cukup untuk menggantikan tingkat kehilangan itu. Armada bersenjata mereka yang terbaru di medan pertempuran sekitar separuh dari awal perang,” kata Henry Boyd, periset di IISS, kepada Reuters.

Ia memperkirakan kehilangan tank-tank rusia antara 2.000 dan 2.300, sementara Ukraina 700. Ukraina telah memperoleh janji-janji sekitar 100 tank Barat modern, termasuk tank Abrams dari Amerika Serikat, Leopard Jerman dan Challenger Inggris, yang kemampuannya jauh melebihi model-model Rusia yang lebih tua.

“Hal itu kemungkinan diterjemahkan menjadi tindakan tank yang kurang agresif dan kurang percaya diri (Rusia) karena kru lebih peduli dengan tingkat ancaman yang dihadapkan kepada mereka," kata Boyd.

Pakar kedirgantaraan IISS Douglas Barrie mengatakan Rusia telah mempertahankan sebagian besar pasukan udaranya tanpa cedera, beroperasi dari jarak jauh karena pertahanan udara Ukraina efektif dan kekurangan rudal udara-ke-darat jarak pendek yang taktis. Tetapi, ia mengatakan Rusia mungkin akan menggunakan kekuatan udara lebih aktif, dan berpotensi mengambil lebih banyak risiko untuk menyerang setiap konsentrasi pasukan Ukraina di darat.

“Salah satu tantangan dari perspektif Ukraina adalah jika mereka harus memukul mundur pasukan darat Rusia yang signifikan atau mengerahkan kekuatan mereka sendiri … Anda membuat diri Anda rentan terhadap serangan udara. Pada saat itu Rusia mungkin memutuskan mereka akan mengambil kerugian yang lebih besar hanya untuk menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi di pihak lain," katanya.

Baca selengkapnya di sini.



2. Rusia Klaim Paksa Pasukan Ukraina Mundur 3 Km, Bantuan NATO Segera Tiba


Rusia mengklaim menembus dua garis pertahanan Ukraina, sementara negara-negara anggota NATO mengumumkan lebih banyak dukungan militer kepada Kyiv termasuk peluru artileri.

Didukung oleh puluhan ribu pasukan cadangan yang direkrut pada bulan Desember, Rusia mengintensifkan serangan di seluruh Ukraina selatan dan timur dalam beberapa pekan terakhir, 8 hari menjelang 1 tahun invasinya.

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Rabu, 15 Februari 2023, mengatakan pasukan Ukraina mundur di wilayah Luhansk. Namun tidak dijelaskan, di wilayah mana Rusia mencatat kemenangan besar.

"Selama penyerangan ... pasukan Ukraina secara acak mundur ke jarak hingga 3 km dari garis yang diduduki sebelumnya," kata kementerian itu di aplikasi pesan Telegram.

"Bahkan garis pertahanan kedua musuh yang lebih dibentengi tidak dapat menahan terobosan militer Rusia."

Kementerian tidak merinci di bagian mana dari wilayah Luhansk serangan itu terjadi.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar mengatakan, pasukan Rusia melakukan serangan "sepanjang waktu" tanpa menyebutkan lokasi.

“Situasinya tegang. Ya, sulit bagi kami. Tapi pejuang kami tidak membiarkan musuh mencapai tujuan mereka dan menimbulkan kerugian yang sangat serius,” tulis Malyar di Telegram.

Di Kyiv, penguasa militer ibukota mengatakan enam balon Rusia yang mungkin berisi peralatan pengintaian ditembak jatuh di atas kota pada hari Rabu setelah sirene serangan udara meraung.

"Tujuan peluncuran balon itu mungkin untuk mendeteksi dan melemahkan pertahanan udara kami," katanya di aplikasi perpesanan Telegram. Rusia tidak segera berkomentar.

Rusia juga melancarkan serangan artileri dan darat di kota Bakhmut di provinsi Donetsk yang berdekatan dengan Luhansk.

Di dekat Bakhmut, pasukan Rusia menembaki lebih dari 15 kota dan desa, termasuk kota itu sendiri, kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dalam laporan malamnya.

Mereka juga mengarahkan tembakan tank, mortir, dan artileri ke masyarakat yang berada di perbatasan wilayah Kharkiv dan Luhansk.

Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko memposting gambar dan video dari sebuah gedung apartemen berserakan dengan puing-puing yang katanya di kota Pokrovsk, barat daya Bakhmut, menyebabkan tiga orang tewas, 11 luka-luka dan satu masih di rumah sakit dalam kondisi serius.



3. Cerita Penyintas Gempa Turki: Berjuang 187 Jam dan Yakin Diselamatkan Allah

Huseyin Berber suasanya habis karena terus berteriak minta tolong dari bawah reruntuhan rumahnya. Beruntung dia akhirnya bisa dikeluarkan dengan selamat, lebih dari seminggu setelah gempa Turki.

Ia merupakan salah satu penyintas gempa dahsyat yang terjasi 6 Februari 2023. Bagaimana ia bertahan selama berhari-hari tanpa minum dan makan?

Dokter mengatakan orang bisa bertahan, bahkan tanpa air, selama berhari-hari. Tapi ada begitu banyak variabel - cedera apa yang diderita dalam runtuhnya bangunan dan seberapa panas atau dingin di luar - penyelamat mengatakan penyintas setelah lima hari itu merupakan keajaiban. 

Berber, seorang penderita diabetes berusia 62 tahun, bertahan 187 jam setelah dinding flat lantai dasar tempat ia tinggal ambruk. Namun tembok itu ditopang oleh lemari es dan lemari, memberikan ruang dengan kursi untuk duduk dan permadani untuk membuatnya tetap hangat.

Dia punya satu botol air, dan ketika habis, minum air urinnya sendiri.

Berber berbicara dari tempat tidur di Rumah Sakit Kota Mersin, sekitar 250 km dari gedung 15 lantai yang runtuh di kota Antakya di provinsi Hatay selatan, di mana separuh bangunannya hancur atau rusak berat. Dia dirawat mulai Selasa, 14 Februari 2023.

Dia mengatakan, kerabat di berbagai ruangan di apartemennya, yang semuanya dia yakini berhasil selamat.

"Ketika gempa terjadi, saya langsung berdiri, cucu saya tidur di sebelah saya. Saya melihat sekeliling, anak saya menyalakan lampu, mengambil senter dan berkata 'Ayah, ini gempa!'

"Dalam getaran kedua, langit-langit runtuh, tapi tidak menyentuh saya. Saya langsung berjongkok, duduk. Tembok jatuh menimpa lemari es dan lemari. Saya terjebak di sana. Ada permadani di atas saya. Saya melihat ada kursi berlengan, saya memanjatnya mengambil permadani dan duduk di sana."

"Saya berteriak, berteriak, dan berteriak. Tidak ada yang mendengar saya. Saya berteriak begitu keras hingga tenggorokan saya sakit. Putra kami, saya pikir mengeluarkan anak-anak... kami berlima, putra saya dan saya berada di kamar tidur."

Dia bilang dia menemukan obat diabetesnya dan sebotol air di lantai.

"Satu jam kemudian, saya mengambil (botol air) dan meminumnya. Maaf, saya buang air kecil dan membiarkannya istirahat. Saya meminumnya saat dingin. Saya menyelamatkan diri dengan itu."

Seorang anggota tim penyelamat medis Turki mengatakan orang-orang di bawah reruntuhan umumnya dapat bertahan hingga lima hari. "Apa pun di luar lima hari adalah keajaiban," katanya.

Klik di sini untuk berita selengkapnya. 

REUTERS  

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus