Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan bibit siklon 96S di Laut Timor sebelah tenggara Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mempengaruhi cuaca dan gelombang laut di Indonesia. Anginnya menimbulkan gelombang tinggi, maksimal hingga 4 meter, di beberapa area perairan domestik.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Merujuk peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang berlaku pada 14 - 17 April 2025, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara sedang bergerak ke timur laut dengan kecepatan sekitar 6-25 knot. Adapun angin di wilayah selatan bergerak ke barat laut dengan kecepatan lebih tinggi, yaitu 8-30 knot.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian tengah, Samudra Hindia Selatan NTT, dan Laut Arafuru bagian tengah,” begitu bunyi peringatan dini BMKG pada Senin, 14 April 2025.
Gelombang tinggi 2,5-4 meter berpeluang muncul di beberapa bagian Samudra Hindia, mulai dari yang di barat Aceh, barat Kepulauan Mentawai, sebelah barat Lampung, lalu di selatan Pulau Jawa. Yogyakarta. Kondisi yang sama juga ada di perairan sebelah selatan Bali, selatan Nusa Tenggara Barat dan NTT.
BMKG juga mengingatkan para pelaut soal potensi gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, Selat Makassar bagian tengah, serta Samudra Pasifik di utara Papua dan Papua Barat Daya. Peringatan yang sama juga untuk beberapa bagian Laut Arafuru, Selat Makassar bagian utara, Laut Maluku, lalu Samudra Pasifik di utara Maluku dan Papua Barat.
Merujuk analisis BMKG hingga Sabtu, 12 April lalu, kecepatan angin bibit siklon 96S tercatat sekitar 35 knot atau 65 kilometer per jam. Lajunya meningkat dibanding sehari sebelumnya. Dengan laju angin tersebut, ditambah tekanan udara 1.000 hektopascal (hPa), bibit siklon itu berpotensi besar menjadi siklon tropis pada Ahad kemarin atau hari ini, Senin 14 April 2025. Namun, hingga saat artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi lagi dari BMKG ihwal siklon 96S ini.