Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lingkungan

Geolog: 3 Daerah di Bali Berpotensi Likuefaksi, Termasuk Benoa

Tiga daerah di Bali, yakni Kecamatan Seririt di Buleleng, Perancak di Jembrana dan Tanjung Benoa di Badung berpotensi terjadi likuefaksi

28 Desember 2019 | 19.40 WIB

Ilustrasi gempa. shutterstock.com
Perbesar
Ilustrasi gempa. shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Tiga daerah di Bali, yakni Kecamatan Seririt di Kabupaten Buleleng, Perancak di Kabupaten Jembrana dan Tanjung Benoa di Badung berpotensi terjadi likuefaksi.

"Bali memang daerah termasuk ada potensi terutama di daerah Selatan di Tanjung Benoa, dan di Utara ada Seririt, Buleleng yang ternyata dari analisa yang dilakukan oleh Badan Geologi memiliki potensi likuefaksi dan kerentanan. Untuk lebih detailnya harus perlu dikaji lebih lanjut," kata anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia Provinsi Bali, Ida Bagus Oka Agastya di Denpasar, Jumat malam, 27 Desember 2019.

Ia mengatakan bahwa penyebab utama terjadinya likuefaksi pada suatu daerah yaitu wilayah tersebut pernah terjadi gempa dan berpotensi adanya patahan cukup besar.

Di Seririt pada tahun 1976 pernah terjadi gempa 6,5 M, dan di Selat Bali juga punya patahan aktif  dan riwayat gempa 5,3 M pada 2004. Sedangkan daerah Perancak di Jembrana dari sisi kesejarahan belum pernah terjadi gempa berskala besar dan tidak dekat dengan patahan.

Untuk daerah-daerah rawan likuefaksi di Bali, menurutnya cukup sulit ditangani karena Bali termasuk padat wilayah apalagi daerah Selatan.

"Karena setelah kita tahu daerah tersebut rentan ya tentu kita nggak mungkin langsung memindahkan tapi kita sadar dengan adanya potensi ini minimal kita paham apa yang harus dilakukan untuk memitigasi ini," katanya.

Ia menegaskan berdasarkan data dari Badan Geologi dalam sejarah di Bali belum pernah terjadi likuefaksi. Ia berharap agar likuefaksi tidak terjadi di Bali.

Ia menjelaskan bahwa saat ini IAGI Bali sedang melakukan penelitian terhadap pola-pola patahan agar dapat mengetahui potensi-potensi bencana yang dapat terjadi.

Bagian-bagian yang menjadi penelitian terkait dengan potensi likuefaksi yaitu intensitas terjadinya gempa, besaran gempa, dari segi batuannya dan beberapa temuan ilmiah lainnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus