Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lingkungan

Mengapa Keterwakilan Perempuan dalam Perhutanan Sosial Rendah

Studi menunjukkan rendahnya keterwakilan perempuan dalam perhutanan sosial. Berisiko meningkatkan ketimpangan gender.

22 November 2024 | 15.00 WIB

Sejumlah pekerja memilah bibit pohon Gamal yang sehat di tempat persemaian bibit PT Banyan Tumbuh Lestari di Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, 1 November 2024. ANTARA/Adiwinata Solihin
Perbesar
Sejumlah pekerja memilah bibit pohon Gamal yang sehat di tempat persemaian bibit PT Banyan Tumbuh Lestari di Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, 1 November 2024. ANTARA/Adiwinata Solihin

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Studi terhadap 400 berkas izin perhutanan sosial menunjukkan perempuan kerap dikecualikan dalam lembaga pengambil keputusan.

  • Norma yang dipromosikan rezim Orde Baru ihwal peran perempuan, serta tingkat pendidikan, mempengaruhi dominasi laki-laki dalam pengelolaan dan pendistribusian manfaat perhutanan sosial.

  • Praktik perhutanan sosial di Sintang dan Gunungkidul bisa jadi contoh meningkatkan partisipasi perempuan yang lebih bermakna.

ANALISIS kami terhadap izin perhutanan sosial di Indonesia menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan dalam kelembagaan pengelola hutan masih kurang, meskipun ada upaya untuk meningkatkan kehadiran mereka. Perempuan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tentang hutan mereka.

Masuk untuk melanjutkan baca artikel iniBaca artikel ini secara gratis dengan masuk ke akun Tempo ID Anda.
  • Akses gratis ke artikel Freemium
  • Fitur dengarkan audio artikel
  • Fitur simpan artikel
  • Nawala harian Tempo

Andrea Rawluk, dosen senior University of Melbourne; Gutomo Bayu Aji, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Ilmiawan Auwalin, dosen Universitas Airlangga; Lilis Mulyani, peneliti  BRIN; Rumayya, dosen Unversitas Airlangga; dan Yulia Indrawati Sari, dosen Universitas Katolik Parahyangan berkontribusi dalam artikel ini. Terbit pertama kali di The Conversation.

Tessa Toumbourou

Tessa Toumbourou adalah peneliti pascadoktoral ilmu sosial lingkungan di School of Agriculture, Food, and Ecosystem Sciences, University of Melbourne, Australia. Penelitiannya, yang didasari oleh ekologi politik feminis, mengeksplorasi hubungan antara perubahan sosial dan lingkungan, tata kelola lahan dan sumber daya alam, serta perubahan respons dan strategi mata pencaharian.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus