Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bengkulu - Warga Bengkulu mengklaim berhasil menangkarkan bunga raksasa langka dan dilindungi, Rafflesia arnoldii. Berusaha sejak sewindu lalu, saat satu inangnya mulai ditanam, bunga akhirnya mekar sempurna saat ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Warga itu bernama Holidin, warga Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang.
"Ini bunga pertama yang mekar sejak penangkaran inang Rafflesia arnoldii pada 2013," kata Holidin di Kepahiang, Jumat 27 Agustus 2021.
Holidin mengisahkan, tumbuhan inang Rafflesia sp yaitu jenis tetrastigma diperolehnya dari habitat di Hutan Lindung Bukit Daun, Kepahiang. Menurut Holidin, lokasi tumbuh inang tersebut berjarak satu kilometer dari lokasi penangkaran saat ini: area kebun kopi dan durian milik keluarga Holidin.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Lokasi itu dinilai menyerupai asal tempat tumbuhnya yang cukup lembap. "Sepertinya iklim mikro terbentuk karena masih ada aliran air Sungai Pedas yang mengalir menuju lokasi penangkaran," katanya.
Selain di lokasi ini, Holidin sejak 1997 juga telah mencoba menangkarkan tumbuhan inang Rafflesia arnoldii di lokasi lainnya. Namun, hingga saat ini, bonggol atau calon bunga penebar bau tak sedap--namun bukan bunga bangkai--di lokasi tersebut belum pernah berhasil mekar.
Ia berharap pelestarian bunga terbesar di dunia itu semakin besar dengan keberhasilan penangkaran di kebun agroforestri milik keluarganya di aliran Sungai Pedas. "Diameter bunga 70 sentimeter, tergolong kecil untuk ukuran bunga Rafflesia arnoldii yang umumnya mencapai diameter 100 centimeter," ujarnya.
Holidin menambahkan, saat ini area penangkaran bunga Rafflesia arnoldii tersebut dibuka untuk umum. Dia tidak lupa mewajibkan pengunjung mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.