Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Jawa Barat diguncang gempa hingga 79 kali sepanjang Maret 2025. Ada lima lindu yang dirasakan oleh warga, termasuk yang berkekuatan magnitudo 4,1 di wilayah selatan Sukabumi, serta magnitudo 4,8 yang terasa hingga Bandung.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan kekuatan 79 gempa di Jawa Barat itu berkisar M1,4 hingga M5,2. Ada 63 kejadian yang merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sedangkan 16 guncangan lainnya merupaka kategori menengah dari kedalaman 61-300 kilometer.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Sebanyak 32 gempa berasal dari darat, dan 47 lain berpusat di lautan selatan Jawa Barat atau Samudra Hindia,” katanya lewat keterangan tertulis, Selasa 1 April 2025.
Salah satu insiden insiden yang langsung dirasakan oleh masyarakat Jawa Barat adalah gempa M4,1 yang pusatnya berjarak 58 kilometer di arah tenggara pusat Kabupaten Sukabumi. Gempa pada pukul 21.10 WIB, Senin malam, 24 Maret lalu itu paling dirasakan di Kecamatan Surade dan Kecamatan Cidolog. Gempa dari kedalaman 31 kilometer itu dipicu aktivitas sesar aktif bawah laut.
Ada juga gempa M4,8 pada Selasa, 18 Maret 2025, yang pusatnya di darat, berjarak 59 kilometer di arah tenggara Kota Sukabumi. Getaran gempa ini meluas hingga Pelabuhan Ratu, Sindangbarang, Cianjur, Cikaso, Sukabumi, Pamengpeuk, Cileunyi di Kabupaten Bandung.
Efek gempa M4,8 ini juga menjalar ke Parongpong di Kabupaten Bandung Barat, serta Cipanas di Kabupaten Cianjur. Gempa tersebut akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.