Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

10 Program Studi UGM dengan Pendaftar Terbanyak Jalur SNBP

Ini 10 program studi dengan pendaftar terbanyak jalur SNBP 2025 di UGM

25 Maret 2025 | 11.23 WIB

Kampus Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Dok. UGM
Perbesar
Kampus Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Dok. UGM

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Universtias Gadjah Mada atau UGM telah mengumumkan sebanyak 2.783 calon mahasiswa baru diterima lewat jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi atau SNBP. Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM Sigit Priyanta mengatakan terdapat 10 program studi dengan pendaftar jalur terbanyak jalur ini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Pendaftar terbanyak adalah Kedokteran, Hukum, Psikologi, Farmasi, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Keperawatan, Ilmu Komputer, Gizi, dan juga Teknik Industri," kata dia dalam keterangan resmi dikutip pada Selasa, 25 Maret 2025.

Sementara itu, ia juga merinci 10 program studi yang menerima mahasiswa terbanyak di jalur SNBP. Program studi Hukum menempati posisi teratas dengan 96 mahasiswa, diikuti oleh Ilmu dan Industri Peternakan serta Kehutanan, masing-masing menerima 90 mahasiswa. Selanjutnya, Biologi menerima 72 mahasiswa, Psikologi 68 mahasiswa, Kedokteran Hewan 60 mahasiswa, Kedokteran 53 mahasiswa, Teknik Mesin 51 mahasiswa, dan Kedokteran Gigi 47 mahasiswa.

UGM dalam SNBP ini menampung sebanyak 30 persen dari total kuota mahasiswa yang akan diterima. Sigit mengatakan kelolosan tersebut dinilai berdasarkan prestasi akademik yang ditunjukkan dalam rapor. Selain itu, UGM juga menilai prestasi-prestasi lain seperti lomba yang dimenangkan minimal tingkat provinsi.  

"Kami mengakui minimal tingkat provinsi, diselenggarakan oleh penyelenggara kegiatan lomba yang diakui oleh Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional), terus di UGM misalnya lomba-lomba UGM, di perguruan-perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri," kata dia.

Sigit merinci, penilaian SNBP terdiri dari 50 persen nilai rata-rata rapor semester 1 hingga 5, sedangkan sisanya dihitung dari rata-rata nilai rapor dua mata pelajaran pendukung yang juga pada semester 1 sampai 5.  

"Sebagai contoh, untuk teknik mesin mengambil 2 mata pelajaran, yaitu matematika dan fisika. Kemudian ditambahkan dengan nilai prestasi yang dimiliki," ujarnya.  

Bila belum diterima, Sigit menyarankan kepada pendaftar untuk mengikuti jalur seleksi lainnya yaitu UTBK SNBT dan juga jalur mandiri. "Tidak diterima atau belum diterima di SNBP itu bukan akhir dari sebuah proses mendapatkan tempat terbaik untuk melanjutkan studi,” kata dia. 

Sebagai informasi, sebelumnya, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengatakan sebanyak 173.028 siswa diterima melalui seleksi nasional berdasarkan prestasi 2025. Adapun daya tampung yang disediakan sebanyak 181.425 kursi atau sebesar 20 persen dari seluruh kuota penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN).  

"Kami ucapkan selamat, dan kembali kami ingatkan bahwa hanya peserta yang dinyatakan lulus SNBP yang harus mengambil kursinya," kata dia dalam konferensi pers di Kantor Kemendikbudristek pada Selasa, 18 Maret 2025.  

Eduart menjelaskan bahwa daya tampung total untuk PTN akademik tahun ini mencapai 155.179 kursi. Dari 745.579 pendaftar, sebanyak 242.827 di antaranya merupakan pemegang KIP Kuliah. Namun, hanya 150.547 peserta yang diterima, dengan 50.533 di antaranya mendapatkan KIP Kuliah.  

"Persentase penerimaan pendaftar mencapai 20,19 persen untuk PTN akademik, sedangkan penerima KIP Kuliah sebesar 20,82 persen," ujar Eduart.  

Sementara itu, Eduart menyebutkan bahwa daya tampung total untuk PTN vokasi mencapai 26.246 kursi. Keseluruhan ada 73.792 yang mendaftar dengan 28.798 di antaranya merupakan KIP Kuliah. Setelah pengumuman SNBP, sebanyak 22.481 peserta diterima, dengan 9.467 di antaranya penerima KIP Kuliah.  

"Pertanyaannya, kenapa tidak 100 persen dari total daya tampung yang diterima? Artinya, ada program studi yang jumlah penerimaannya tidak sesuai dengan kuota yang tersedia," kata Eduart.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus