Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Nusa

Tim SAR Evakuasi Sepuluh Korban Tewas Imbas Longsor di Mojokerto

Jumlah korban tewas imbas longsor dimungkinkan bertambah karena Kamis kemarin tim SAR menemukan kaca spion sepeda motor.

4 April 2025 | 16.58 WIB

Tim SAR Gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kota Batu, Tahura, relawan, polisi dan TNI mengevakuasi korban tertimbun longsor di Jalan Raya Sumberbrantas, kawasan Hutan Raden Soerjo, Blok Watulumpang, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, 4 April 2025. Antara/Umarul Faruq
Perbesar
Tim SAR Gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kota Batu, Tahura, relawan, polisi dan TNI mengevakuasi korban tertimbun longsor di Jalan Raya Sumberbrantas, kawasan Hutan Raden Soerjo, Blok Watulumpang, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, 4 April 2025. Antara/Umarul Faruq

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Malang - Tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) berhasil mengevakuasi sembilan korban tewas dalam bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Jumat, 4 April 2025. Total ada sepuluh korban meninggal, termasuk dua bocah (laki-laki dan perempuan), serta seorang bayi perempuan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan material longsoran yang berisi campuran tanah, batu, dan batang pohon menutup jalan alternatif penghubung Mojokerto-Batu sepanjang 50 meter. 

Bukan hanya menutup jalan, longsoran juga mendorong satu unit pikap putih Daihatsu Grand Max dan Toyota Innova abu-abu bernomor polisi L 1217 NT ke dalam jurang dan kedua mobil tertimbun longsoran. Pikap berisi empat orang dan Innova berisi satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang, termasuk supir yang lebih dulu dievakuasi. 

“Total, ada 10 korban yang berhasil kami evakuasi. Sembilan orang korban dievakuasi sekitar jam 11.00 siang hari ini. Satu orang lagi dievakuasi pada Kamis sore kemarin, yaitu supir Innova,” kata Satriyo pada Jumat, 4 April 2025.

Secara administratif, bencana tanah longsor itu terjadi di kawasan wisata Coban Watu Ondo, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Kamis, 3 April 2025, sekitar pukul 11.15 WIB. 

Tempat kejadian perkara (TKP) berbatasan dengan lokasi objek wisata alam pemandian air panas di Dusun Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. 

Tempat kejadian tersebut berada di jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu, dengan topografi perbukitan alias dataran tinggi dalam kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. 

Menurut Satriyo, kondisi kedua mobil rusak parah dan ditemukan tim gabungan di dasar sungai kecil. Kedua mobil terpisah jarak 30-an meter dan dalam posisi terjepit longsoran tanah yang berasal dari tebing di seberang jalan, persis di dekat tikungan objek wisata Coban Watu Ondo—kata coban bermakna air terjun. 

Jumlah korban dimungkinkan bertambah karena Kamis kemarin tim pencari dan pertolongan menemukan kaca spion sepeda motor. Karena itu, tim terus menyisir dan menggali lokasi untuk memastikan ada-tidaknya pengendara sepeda motor yang jadi korban. 

Komandan Tim Pertolongan (Rescue) Badan SAR Nasional (Basarnas) Surbaya Nurhadi menambahkan, ada 420 personel yang terlibat membantu pencarian para korban. Proses evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati dan teliti mengingat kondisi medan yang sulit dan cuaca yang kurang mendukung.

Selain dari Basarnas, para personel berasal dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Mojokerto, BPBD Kota Batu, Kepolisian Resor Mojokerto, Kepolisian Resor Batu, anggota TNI dari Mojokerto dan Batu, Palang Merah Indonesia, Tahura Raden Soerjo, plus sukarelawan seperti Taruna Siaga Bencana Kota Batu. 

“Kami mulai melanjutkan pencarian dan pertolongan pukul 07.00 WIB. Sekitaran 2,5 jam kemudian kami mulai menemukan mobil dan korban,” kata Hadi. 

Mobil pikap ditemukan di jurang sekitar 200 meter dari jalan Pacet-Cangar. Pikap dalam kondisi terbalik. Mobil Toyota Innova ditemukan sekitar 100 meter dari jalan, terjepit di antara dua batu besar dengan pondasi sungai di dasar jurang. Kedua mobil terpisah jarak 30-an meter. 

Bukan hanya menggali longsoran, tim penolong menggunakan penyemprot air, memotong batang dan dahan pepohonan dengan gergaji mesin dan pemotong logam. Bangkai kedua mobil ditarik dengan tali mobil derek (towing rope) dan korban dievakuasi dengan tali karmantel—tali yang biasa dipakai untuk kegiatan outdoor dan penyelamatan.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Batu Ajun Komisaris Besar Andi Yudha Pranata Siboro, pihaknya bersama Polres Mojokerto ikut membantu proses identifikasi dengan menerjunkan tim kedokteran dan kesehatan (Dokkes) dari RS Bhayangkara Hasta Brata, Batu.

Tiga jenazah dari mobil pikap dievakuasi ke RS di Mojokerto. Sedangkan 6 jenazah lagi dibawa ke RS Hasta Brata dengan menggunakan lima mobil ambulans.

“Yang enam korban kami evakuasi ke RS Hasta Brata karena aksesnya lebih mudah daripada dibawa ke wilayah Mojokerto, serta sarana dan prasarananya juga lebih lengkap. Kami terus berkoordinasi dengan rekan-rekan Polres Batu untuk identifikasi dan pemulangan jenazah,” kata Andi. 

Selain menyiagakan ambulans dan membantu proses identifikasi, polisi juga melakukan pembersihan jenazah dan mengantar jenazah korban kepada keluarganya.

Dari hasil identifikasi diketahui identitas seluruh korban. Korban pertama yang dievakuasi pada Kamis sore, 3 April, bernama Masjid Zatmo Setio (31), warga Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Ia supir Toyota Innova. 

Enam dari sembilan korban tewas ditemukan dari dalam mobil Toyota Innova, yakni Haji Wahyudi (65 tahun), ayah kandung Masjid Zatmo Setio; Jainah (61 tahun), ibu mertua Masjid; Rani Anggraini (28 tahun), istri Masjid; Saudah (60 tahun), adik mertua Masjid; serta Syahrul Nugroho RS (4 tahun) dan dan Putri Qiana Ramadhani (2 tahun), anaknya Masjid. Keenam korban berasal dari Desa Suruh, Kecamatan Sukadono, Kabupaten Sidoarjo.  

Sedangkan tiga korban tewas dari pikap Daihatsu Grand Max teridentifikasi atas nama Ahmad Fikri Muzakki (30 tahun), Fitria Handayani (30 tahun), dan Mikaila FZ (3). Mereka berdomisili di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. 

Saat ini, tim gabungan terus melakukan pencarian untuk memastikan tiada korban lain yang tertimbun longsoran.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus