AKHIRNYA terlihat juga batas ketegaran Mbak Mega ini. Beliau dalam keadaan terjepit oleh suara kaum Islam radikal domestik dan di lain pihak oleh negara-negara koalisi antiteroris, terutama AS. Akibatnya, pemerintah AS terlihat bingung dengan apa yang dimaui pemerintah kita. Seperti yang sudah diduga, hal ini hanya akan mempersulit perbaikan ekonomi dengan masuknya Indonesia sebagai negara berisiko tinggi untuk berinvestasi.
Kenapa perlu takut dengan suara segelintir orang yang hanya akan membuat negara kita terisolasi dari dunia internasional? Lihat saja, Rusia dan Cina sudah ada di belakang AS dalam soal perang melawan teroris, yang dibuktikan di konferensi APEC. Yang lebih parah malah yang dianggap teroris di Rusia dan Cina itu pemberontakan domestik yang dimotori pemberontak Islam. Dukungan pemerintah RI yang separuh hati itu hanya akan berefek buruk terhadap agama Islam itu sendiri.
Padahal, kalau kita rajin mengikuti berita mengenai Afganistan yang malang ini, kita akan tahu bahwa sebelum dihujani bom AS pun sudah ada ribuan pengungsi Afganistan yang meninggalkan negaranya karena untuk makan dari hari ke hari saja mereka masih bergantung pada bantuan dari PBB. Coba kita pikir, apa perlunya kita membela rezim Afganistan yang represif ini, ampai kapan dunia internasional harus mengirim bantuan pangan ke Afganistan hanya untuk memperlanggeng pemerintahan yang tak pandai mengatur negaranya sendiri?
Satu lagi yang menarik yang luput dari perhatian pers ataupun KPKN adalah, pejabat yang buru-buru menghibahkan hartanya kepada sanak keluarga. Saya tidak tahu bagaimana format formulir pelaporannya, tapi menarik untuk disimak apakah ini diperdalam juga. Tentunya banyak hal yang sama yang terjadi juga, dan mungkin harta yang berlimpah itu sudah disebar ke mana-mana. Apakah KPKPN menanyakan, misalnya, ”Dalam lima tahun terakhir ini Anda membelikan dan menghibahkan apa saja untuk keluarga dekat dan jauh Anda, juga teman?” Tentunya ini akan lebih akurat.
ALEX JONAS PECHLER
E-mail:
[email protected]
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini