Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sains

ITS Buat Kapal Berbahan Bambu, Diklaim Lebih Baik dari Jati

Kapal berbahan bambu karya ITS itu memiliki dua hak paten dan mendapat dukungan dari banyak institusi pemerintahan.

3 Juli 2018 | 16.06 WIB

Menteri Susi Pudjiastuti meluncurkan kapal bambu pertama di dunia karya ITS. Kredit: ITS
Perbesar
Menteri Susi Pudjiastuti meluncurkan kapal bambu pertama di dunia karya ITS. Kredit: ITS

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat sebuah kapal yang berbahan dasar bambu laminasi pertama di dunia. Ketua Tim Baito Deling Reasearch Heri Supomo mengatakan bahwa kapal itu mampu menekan biaya hingga 60 persen.

Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Resmikan Kapal Baito Deling Buatan ITS

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Ini menjadikan bambu sebagai material alternatif masa depan. Bambu memiliki potensi yang melimpah, murah, kekuatan tarik dan tekuk lebih besar dari kayu, masa panen 10 kali lebih cepat dibandingkan kayu," ujar Heri, dalam keterangan yang diterima Tempo, 3 Juli 2018.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Menurut Heri, penggunaan bambu petung dan bambu ori dipilih karena nilai kuat tarik dan tekuk sebesar 180 MPa dan 84 MPa serta renggangan mencapai 8,93 persen, lebih baik daripada kayu jati. "Semakin terkena air laut bambu itu akan semakin kuat," ujar Heri yang juga dosen Teknik Perkapalan itu.

Kelangsungan industri kecil menengah (IKM) galangan kapal berbahan kayu tidak menentu akibat tingginya harga jual kayu. Hal ini, kata dia, disebabkan oleh penebangan liar yang tidak diiringi reboisasi dan berimbas pada melonjaknya harga kapal kayu di Indonesia.

"Menyikapi hal tersebut, melalui penelitian yang dilakukan sejak tahun 2012, saya menghadirkan sebuah terobosan baru penggunaan material bambu pada kapal tangkap ikan Baito Deling 001," kata Heri.

Rektor ITS Joni Hermana mengungkapkan rasa bangganya atas hadirnya kapal dengan dua hak paten dan mendapat dukungan dari banyak institusi pemerintahan ini. "Selain itu, inovasi ini mengingatkan saya pada pesan Bung Karno agar ITS terus mengembangkan kelautan dan perkapalan Indonesia," ujar Guru Besar Teknik Lingkungan itu

Penelitian tersebut mendapatkan penghargaan The Distinction Medal dari The Royal Institution of Naval Architects (RINA), sebuah organisasi terbesar yang menaungi bidang perkapalan sejak tahun 1860 yang bermarkas di Inggris.

Simak artikel menarik lainnya tentang kapal berbahan dasar bambu buatan ITS hanya di kanal Tekno Tempo.co

Erwin Prima

Erwin Prima

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus