Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sains

Jangan Dianggep Remeh, Ini Dampak Gula untuk Anak Seumur Hidup

Dampak gula untuk anak seumur hidup bukan hanya terbatas pada obesitas dan diabetes saja, melainkan juga memengaruhi kehidupan sosial dan akademis

27 Maret 2025 | 19.37 WIB

Ilustrasi anak obesitas/obesitas dan kesehatan. Shutterstock.com
Perbesar
Ilustrasi anak obesitas/obesitas dan kesehatan. Shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Dampak gula untuk anak seumur hidup yang paling nyata adalah obesitas. Anak-anak yang mengonsumsi makanan manis secara berlebihan berisiko mengalami peningkatan berat badan yang signifikan. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Obesitas yang terjadi sejak dini bukan sekadar masalah penampilan, melainkan pintu masuk bagi berbagai penyakit kronis. Kasusnya yang paling sering muncul adalah diabetes tipe 2, yang kini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga mulai merambah kalangan remaja hingga anak-anak.

Penjelasan Ilmiah Dampak Gula untuk Anak Seumur Hidup

Penyebab utama dari obesitas dini berasal dari pola makan yang tinggi gula. Beragam camilan manis, minuman bersoda, hingga makanan instan yang kaya akan pemanis tambahan menjadi bagian dari keseharian anak. Kebiasaan ini membentuk pola makan yang sulit diubah hingga dewasa, membuat risiko kesehatan terus meningkat seiring bertambahnya usia.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sebuah studi dalam jurnal Science yang ditulis oleh Tadeja Gracner menemukan bahwa risiko tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2 cenderung lebih tinggi pada orang dewasa yang sejak kecil terpapar banyak gula tambahan. Temuan ini memperkuat bukti bahwa pola makan kaya gula di masa kanak-kanak membawa dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kesehatan.

Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa batas aman konsumsi gula jauh lebih rendah daripada jumlah yang dikonsumsi banyak anak saat ini. Sayangnya, banyak orang tua yang belum sepenuhnya menyadari risiko ini, sehingga kebiasaan mengonsumsi makanan manis sering kali diabaikan.

Efek buruk dari konsumsi gula berlebih sebenarnya lebih terasa pada masa kanak-kanak dibandingkan saat dewasa. Hal ini disebabkan oleh proses pembentukan preferensi makanan yang terjadi sejak dini. 

Anak yang terbiasa menikmati makanan manis cenderung mempertahankan kebiasaan tersebut hingga dewasa. Seperti yang dikatakan Tadeja Gracner dari University of Southern California, "Jika seseorang terbiasa mengonsumsi makanan manis sejak kecil, kemungkinan besar ia akan lebih menyukainya sepanjang hidup dibandingkan mereka yang tidak."

Meski gula bisa menjadi sumber energi yang cepat bagi tubuh, konsumsi berlebihan justru menimbulkan berbagai masalah. Lonjakan kadar gula darah yang terjadi setelah mengonsumsi makanan manis memicu peningkatan energi secara mendadak, namun diikuti dengan penurunan yang drastis.

Perubahan di atas berakibat pada fluktuasi suasana hati, penurunan fokus, hingga mudah tersinggung. Dalam jangka panjang, dampak ini memengaruhi perilaku anak dan bahkan prestasi akademis mereka.

Risiko Gangguan Kesehatan pada Anak Karena Konsumsi Gula

Mengutip dari Children’s Medical Centers, berikut ini sejumlah risiko yang mengintai anak-anak bila mengonsumsi gula berlebihan, antara lain:

  • Obesitas dini
  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung
  • Penyakit hati berlemak

Memahami dampak gula untuk anak seumur hidup menjadi langkah awal bagi orang tua untuk mulai membatasi asupan gula anak sejak dini. Dengan pola makan yang lebih sehat, risiko berbagai penyakit kronis dapat diminimalkan, serta membangun kebiasaan makan yang lebih baik untuk masa depan mereka.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus