Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sains

Kemenkes Tularkan Cara Operasi Clipping Pasien Stroke ke 34 Rumah Sakit Utama

Kementerian Kesehatan menargetkan 34 rumah sakit utama dapat melakukan pembedahan clipping bagi pasien stroke.

27 Oktober 2022 | 10.14 WIB

ilustrasi stroke (Pixabay.com)
Perbesar
ilustrasi stroke (Pixabay.com)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan meluncurkan program pengampuan tindakan tertinggi bagi pasien stroke, yaitu pembedahan Clipping Aneurisma Cerebrovaskular. Pengampuan itu dilakukan berjenjang dari dokter di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ke dokter di rumah sakit utama.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Jadi satu rumah sakit di setiap provinsi harus bisa melakukan pembedahan clipping,” kata Ketua Tim Kerja Transformasi Rujukan Kementerian Kesehatan, Youth Savitri, di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung, Rabu, 26 Oktober 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kementerian Kesehatan menargetkan 34 rumah sakit utama, yaitu setingkat rumah sakit rujukan tertinggi di wilayah provinsi, dapat melakukan pembedahan clipping bagi pasien stroke. Target kedua, rumah sakit utama seperti RSHS Bandung misalnya, mengampu pembedahan clipping ke rumah sakit umum daerah di wilayah Jawa Barat.

Youth mengatakan Kementerian Kesehatan memberikan peralatan, sarana dan prasaran, serta peningkatan kapasitas dokter bedah. “Standar untuk pembedahan clipping ini hanya di rumah sakit utama dan paripurna,” ujarnya.

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Mursyid Bustami, mengatakan pengampuan ini untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam menangani pasien stroke. “Supaya pasien bisa memperbaiki otaknya hingga kematiannya bisa ditekan, dan tingkat kecacatannya bisa menurun,” kata dia.

RSHS Bandung diharapkan menjadi rumah sakit paripurna yang akan mengampu 6-7 rumah sakit umum daerah secara bertahap, seperti Al Ihsan di Kabupaten Bandung dan sebuah lagi di Karawang. Adapun tingkatan rumah sakit, yaitu paripurna, utama, madya, dan dasar.

Setelah diampu, rumah sakit umum daerah itu akan naik tingkat menjadi rumah sakit rujukan utama. Dari data, menurut Mursyid, kini ada 9 rumah sakit utama di 34 provinsi, termasuk RSHS Bandung, yang sudah mendapatkan alat kesehatan pendukung.

Semua rumah sakit vertikal atau rumah sakit rujukan tertinggi di provinsi ditargetkan dapat menjadi rumah sakit paripurna hingga 2027. “Tapi sampai 2024 (targetnya) sebanyak 18 rumah sakit vertikal seperti di Medan, Padang, dan lain-lain,” kata Mursyid.

Selain itu, ada tindakan lain yang bisa dilakukan untuk menangani pasien stroke, yaitu lewat intervensi tanpa bedah. Penanganan seperti itu bisa dilakukan di rumah sakit tingkat madya. Targetnya mencapai 50 persen dari rumah sakit di daerah.

Menurut Mursyid, kasus stroke akibat penyumbatan pembuluh darah di otak lebih banyak daripada stroke pendarahan akibat pecahnya pembuluh darah. Di rumah sakit, jumlah kasus stroke pendarahan bisa berkisar 30-35 persen. “Kasus stroke pendarahan walaupun kasusnya sedikit, tapi tingkat kematiannya tinggi,” kata dia.

Mursyid meminta warga tidak menyepelekan kasus stroke, karena seringan apa pun, stroke adalah penyakit serius yang harus ditangani rumah sakit. “Kejadian stroke bisa 3/1.000 penduduk per tahun,” katanya. Pencegahannya bisa lewat mengendalikan pola hidup dan faktor risiko.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Erwin Prima

Erwin Prima

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus