Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, San Francisco - Sebuah klaim menyebut tokoh yang diduga menemukan bukti sistem Planet X atau Planet Nibiru telah meninggal dalam keadaan misterius.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Teori mengejutkan itu menyebut kematian tersebut adalah bagian dari "penutupan untuk mencegah kebenaran tentang sistem itu keluar.”
Baca: Gerhana Matahari, Kiamat, dan Misteri Planet Nibiru
David Meade, penulis Planet X – The 2017 Arrival, mengklaim Nibiru akan melewati Bumi bulan depan, yang memicu kiamat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
NASA menegaskan teori Nibiru adalah tipuan online, dan tidak ada buktinya. Namun, anggota gerakan Nibiru Cataclysm mengatakan bahwa ini adalah langkah menutupi untuk mencegah kepanikan dan mencadangkan ruang di bunker bawah tanah untuk elite dunia, menurut Dailystar.co.uk.
Meade mengklaim bahwa setiap ilmuwan yang telah melanggar kode bungkam telah "menghilang". Dia menyebut Dr Robert Harrington, astronom US Naval Observatory - yang mengaku telah menemukan bukti Planet X - dan astrofisika Australia Rodney Marks - yang sedang bekerja di teleskop Kutub Selatan - keduanya meninggal dalam keadaan misterius.
Dr Harrington percaya bahwa Planet X adalah "planet penyusup" yang melewati tata surya kita - dan mengatakan bahwa planet itu mampu mendukung kehidupan alien.
Meade berkata: "Apakah ada kejadian aneh? Iya. Dr Harrington secara misterius menghilang pada tahun 1990-an sebelum dia bisa mengatakan apapun dan dia adalah kepala observatorium angkatan laut."
"Kemudian, Anda memiliki kematian misterius pada tahun 2000 seorang individu di teleskop Kutub Selatan, yang diduga meninggal karena keracunan alkohol."
Sebagai kepala Observatorium Angkatan Laut AS, Dr Harrington adalah salah satu astronom terkemuka di AS. Berrsama dengan James Christy, ia menemukan bulan Pluto Charon.
Dr Harrington juga menjadi tokoh yang mempercayai Planet X. Dia mengatakan bahwa pergerakan planet Uranus dan Neptunus dan bulan mereka menunjuk ke planet besar lain di luar Pluto.
Dr Harrington diwawancarai oleh Zecharia Sitchin, orang pertama yang menyarankan adanya Nibiru, pada tahun 1990. Sitchin telah menerjemahkan tablet yang ditulis oleh budaya Timur Tengah kuno bernama Sumeria.
Dia mengatakan bahwa mereka menceritakan sebuah planet raksasa bernama Nibiru yang mengorbit Matahari setiap 3.600 tahun. Planet - yang dihuni oleh ras alien yang disebut Anunnaki - melewati Tata Surya yang menimbulkan malapetaka.
Berbicara kepada Sitchin, dia berkata: "Jika seperti orbit yang kita gambarkan di sini, planet itu pastilah sebuah planet yang memiliki massa sekitar tiga sampai lima kali massa Bumi.
"Ini akan menempatkannya di antara antara planet gas seperti Uranus dan Neptunus dan planet terestrial yang kita miliki di bagian dalam tata surya. Jadi jika planet ini ternyata berada dalam orbit 3.600 tahun, maka massanya akan semakin besar.”
"Tapi kita berbicara tentang sesuatu yang merupakan planet yang sangat masuk akal yang terlihat seperti planet bagus. Cukup kecil bahwa ia tidak akan benar-benar diselimuti gas. Ini sangat mampu mendukung bentuk kehidupan dari satu jenis atau jenis lainnya."
Baca: NASA Sebut Planet Nibiru Ada, Teori Konspirasi Kiamat Benar?
Data dari flyover Voyager 2 Neptunus membantah perhitungan Dr Harrington tentang Nibiru pada tahun 1992. Enam bulan kemudian, pada bulan Januari 1993 dia meninggal dunia. Penyebab kematian terungkap sebagai kanker, namun para teoretikus konspirasi meragukannya.
EXPRESS | ERWIN Z