Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Fiksi ilmiah atau film science fiction (sci-fi) salah satu genre yang menggunakan penggambaran fenomena merujuk elemen imajinasi sains. Tapi, itu sains fiksi dan spekulatif. Berarti tidak sepenuhnya sesuai pembuktian sains ilmiah. Biasanya, genre ini bercerita tentang bentuk kehidupan di planet lain, pesawat luar angkasa, cyborg, robot, perjalanan antargalaksi, atau teknologi lainnya.
Apa itu film fiksi ilmiah?
Kritikus dan ahli teori perfilman Vivian Sobchack mendefinisikan genre film fiksi ilmiah menekankan ilmu pengetahuan aktual, perkembangan nilai variabel, dan metode empiris. Merujuk publikasi Screening Space: the American Science Fiction Film, Sobchack menjelaskan, genre fiksi ilmiah juga mengangkat konteks sosial dengan transendental magis, tapi kurang menekankan aspek agama. Nilai keagamaan tetap ada dalam upaya untuk mendamaikan manusia dengan alam semesta.
Pandangan Sobchack menunjukkan adanya rangkaian antara transendental (supranatural) dan empirisme (dunia nyata). Isu kontroversial dalam film fiksi ilmiah cenderung dalam dua alur cerita umum, yaitu utopia atau distopia. Dari film genre ini, masyarakat diceritakan akan menjadi lebih baik atau buruk pada masa depan.
Gaya visual dalam film fiksi ilmiah ditampilkan dengan adanya benturan antara gambar asing dan sesuatu yang familiar. Benturan ini diimplementasikan ketika gambar alien menjadi familiar, seperti dalam film A Clockwork Orange (1972), ketika Korova Milkbar membuat dekorasi alien tampak lebih familiar dengan kehidupan manusia.
Sebaliknya pula gambar yang dikenali dibuat kesan menjadi asing, misalnya dalam film Dr. Strangelove (1964), distorsi manusia membuat gambar yang sudah dikenal oleh publik menjadi tampak makin asing.
Genre fiksi ilmiah telah ada sejak tahun awal film tanpa rekaman suara (silent film) ditayangkan. Film pertama yang menggunakan genre fiksi ilmiah tayang pada 1902 berjudul A Trip to the Moon karya Georges Melies. Sejak tahun 1930-an sampai 1950-an, sebagian besar genre ini terdiri atas film yang beranggaran rendah atau disebut B Movies.
Pada 1977, film fiksi ilmiah Star Wars mendapat kesuksesan yang besar. Film ini pun mendongkrak genre fiksi ilmiah lainnya. Merujuk publikasi ilmiah Journal of Popular Film and Television 7.1, kesuksesan Star Wars juga membuka jalan pada dekade berikutnya. Menurut ahli film dan media Scott Bukatman, film genre fiksi ilmiah juga memungkinkan budaya kontemporer untuk menyaksikan ekspresi luhur, misalnya digambarkan melalui kiamat atau transenden.
Baca: George Lucas Sang Jenius di Balik Star Wars Seorang Filantropi Pendidikan Pula
Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini