Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Seni

Brian May Genap 76 Tahun, Kisah Gitaris Legendaris Queen Sukses Mendalami Astrofisika

Kecintaan Brian May dengan dunia astronomi membuatnya memutuskan berkuliah di Imperial Collage London, Inggris.

19 Juli 2023 | 19.13 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Aksi gitaris Queen, Brian May dalam Global Citizen Festival 2019 di New York, AS, 28 September 2019. REUTERS/Eduardo Munoz

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi penggemar band rock Queen, yang fenomenal dengan Bohemian Rapsody- nya pasti kenal dengan sosok gitaris Queen yakni Brian May. Hari ini 76 tahun lalu, tepatnya 19 Juli 1947 adalah kelahiran Brian May.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lelaki bernama lengkap Brian Harold May ini genap 76 tahun. Dia adalah salah satu pendiri Queen dengan vokalis Freddie Mercury dan drummer Roger Taylor. Tidak hanya seorang musisi, penyanyi, penulis lagu, namun Brian May juga seorang Astrofisikawan Inggris. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kecintaannya dengan dunia astronomi membuatnya ingin berlajar lebih hingga memutuskan untuk berkuliah di Imperial Collage London. Ia mempereloh gelar Bachelor setelah menamatkan studinya pada 1968. 

Selama kuliah, putra dari pasangan Ruth May dan Harold May ini sempat membuat band bernama Smile dengan tiga personel yaitu Brian May sebagai lead guittar, Roger Taylor sebagai drummer, dan Tim Staffel sebagai vokalis yang merangkap bassis. 

Tak berselang lama, Tim Staffel memutuskan untuk berhenti dari Smile dan kemudian digantikan oleh Freddie Mercury. Selanjutnya tahun 1971, John Deacon ikut bergabung sebagai bassis. Dari sinilah lahir band Queen. Kesuksesan dari band Queen membuat Brian May harus fokus pada karir musiknya dan tidak melanjutnya minatnya pada bidang Astronomi. 

Hingga pada tahun 1980, Brian May ditempa kesedihan berturut - turut mulai dari kehilangan sosok Ayahnya Harold May yang selalu mendukung jalan hidupnya. Belum lagi hubungannya dengan sang istri Chrissie Mullen juga mengalami keretakan yang membuat mereka harus berpisah.

Tak hanya itu, sang vokalis Queen, Freddie Mercury dikabarkan meninggal karena AIDS yang dideritanya. Semua peristiwa itu membuah Brian May mengalami depresi. Kala itu Brian May mencoba mencari pertolongan 3 minggu di Arizona, hingga ia kembali menemukan impiannya yang terkubur yakni langit dan bintang.

Setelah keterpurukannya, Brian May berhasil bangkit kembali. Ia mengejar cita - citanya yang sempat terpendam 30 tahun lamanya, Brian May berhasil  memperoleh gelar PhD pada 2003 di bidang astrofisika. Brian May juga aktif menyuarakan hak - hak binatang, seperti kampanye Save Me untuk melindungi satwa - satwa Inggris. Brian May juga sempat terlibat dalam Tim Nasa di tahun 2015 untuk menafsirkan data yang dikirim oleh Pluto New Horizon.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus