Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Film

Film Jagal Teluh Rilis 27 Februari, Angkat Obsesi Kecantikan dan Teror Mistis

Jagal Teluh mengisahkan obsesi seorang perempuan terhadap kecantikan yang membawanya ke ritual mistis berbahaya, memicu teror balas dendam.

26 Februari 2025 | 21.29 WIB

Jajaran pemeran dan kreator film Jagal Teluh dalam konferensi pers dan press screening di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, 25 Februari 2025. Tempo/Jasmine
Perbesar
Jajaran pemeran dan kreator film Jagal Teluh dalam konferensi pers dan press screening di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, 25 Februari 2025. Tempo/Jasmine

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Film horor Jagal Teluh akan tayang di bioskop mulai 27 Februari 2025. Ini menjadi proyek pertama dari kolaborasi Suhita Zenza Sinema, Seroja Intermedia, dan Majas Picture, dengan George Hutabarat sebagai sutradara. Dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Februari 2025, George Hutabarat menjelaskan bahwa produksi Jagal Teluh dilakukan dalam waktu 14 hari dengan persiapan selama tiga bulan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Kami bisa create ceritanya sampai proses syuting, pascaproduksi, dan sampai proses penayangan. Baik itu casting, set, lokasi, semuanya kami desain, termasuk produk desainnya juga. Terima kasih, saya sudah dipercaya untuk membuat film berjudul Jagal Teluh,” ujarnya. Film ini diangkat dari cerita orisinal karya Yudianto Suros, yang juga menulis skenario. Lokasi syuting berlangsung di Klaten, Jawa Tengah. Proses casting berlangsung selama satu bulan untuk menemukan pemeran yang sesuai dengan visi sutradara dan kebutuhan karakter dalam skenario.

Sekuel Jagal Teluh dan Rencana Ekspansi ke Asia

Sutradara George dan Produser Zain Zalik kemudian mengungkapkan bahwa Jagal Teluh tidak berhenti pada film pertama. Mereka sudah mempersiapkan Jagal Teluh kedua. Adapun untuk Jagal Teluh pertama, tim produksi berencana menayangkan di negara-negara Asia lainnya. “Rencana tayang setelah Lebaran di Asia, ada sepuluh negara. Kami sudah daftarkan di Malaysia, Brunei, Vietnam, Kamboja, kurang lebih itu,” kata Zain.

Komedian Udin Penyok, salah satu pemeran film horor Jagal Teluh dalam konferensi pers dan press screening di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, 25 Februari 2025. Tempo/Jasmine

Dengan ekspansi ke pasar Asia, film ini berpotensi memperkuat genre horor Indonesia di kancah internasional. Bagi penonton, Jagal Teluh menawarkan lebih dari sekadar horor. Film berdurasi 90 menit ini menyelami obsesi kecantikan, dendam, dan sisi buruk manusia dalam balutan mitos dan ritual.

Sinopsis Film Jagal Teluh

Jagal Teluh mengikuti kisah Saida (Selvi Kitty), seorang perempuan yang mengalami stigma sosial sejak kecil akibat luka di wajahnya. Luka itu bukan sekadar cacat fisik, tetapi juga menjadi alasan ia dikucilkan oleh lingkungan sekitarnya. Merasa ditolak masyarakat dan ingin mengubah nasibnya, Saida terobsesi untuk memiliki wajah rupawan demi mendapatkan pengakuan dan perhatian. 

Obsesi itu membawanya menemui Ki Ageng (Kelono Gambuh) untuk melakukan ritual mistis. Namun, ritual itu mensyaratkan sesuatu yang mengerikan: menemukan perempuan berambut panjang yang telah meninggal sebelum melahirkan. Saida tidak sendiri. Ia dibantu adiknya, Mahira (Elina Joerg), dalam menjalankan rencana itu. Setelah berhasil memenuhi syarat ritual, perubahan fisik Saida membuatnya tampak sempurna. Namun, alih-alih merasa puas, ia justru terjebak dalam ambisi baru—membalas dendam kepada mereka yang pernah menghina dan menyakitinya.

Di balik itu, Mahira menyimpan amarah tersembunyi yang perlahan terkuak. Manipulasinya menambah ketegangan dalam hubungan dua saudari ini, membawa cerita ke arah yang lebih kompleks. Jagal Teluh tak sekadar menampilkan teror mistis, tapi juga mengangkat kritik sosial, standar kecantikan, dan kompleksitas hubungan keluarga.

Adinda Jasmine

Adinda Jasmine

Bergabung dengan Tempo sejak 2023. Lulusan jurusan Hubungan Internasional President University ini juga aktif membangun NGO untuk mendorong pendidikan anak di Manokwari, Papua Barat

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus