Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

2 Pompa Dipastikan Berfungsi Antisipasi Banjir di Kemang

Lurah Bangka mengingatkan ada empat titik di kawasan itu yang rawan banjir. Salah satunya adalah wilayah Kemang Raya.

22 Oktober 2021 | 14.00 WIB

Petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet saat banjir melanda kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 Februari 2021. Sejumlah pegawai dan warga terjebak dan harus menunggu perahu karet untuk melintas untuk keluar dari lokasi banjir. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Perbesar
Petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet saat banjir melanda kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 Februari 2021. Sejumlah pegawai dan warga terjebak dan harus menunggu perahu karet untuk melintas untuk keluar dari lokasi banjir. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Lurah Bangka Firdaus Aulawy Rois mengatakan, dua pompa yang ada di wilayah Kemang dipastikan berfungsi dan sudah siap beroperasi untuk mengantisipasi banjir di musim hujan. Kedua pompa itu disiagakan di dua lokasi yang menjadi langganan banjir.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Kami memastikan pompa dapat berfungsi dengan baik. Pompa air di Kemang Raya dan Kemang Jaya kami pastikan berfungsi," kata Firdaus Aulawy di Jakarta, Kamis, 21 Oktober 2021.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Menurut Firdaus, wilayah Kelurahan Bangka merupakan daerah yang kerap dilanda banjir jika musim hujan datang. "Khusus daerah Kemang, penanganan banjir sudah kami laksanakan. Karena setiap tahun menjelang musim penghujan, daerah Bangka ini khusus Kemang adalah daerah genangan. Khususnya Kali Krukut dan Mampang," kata dia.

Firdaus mengatakan, kegiatan gerebek lumpur di saluran air hingga penguatan bronjong sungai. Menurut dia, kegiatan gerebek lumpur di saluran air yang ada di pinggir jalan akan terus dilakukan.

Firdaus mengingatkan, ada empat titik rawan banjir di wilayah Bangka. Ia meminta warga di empat titik itu selalu waspada untuk meminimalisir dampak banjir.

Empat titik itu adalah, Kemang Raya, Kemang Selatan VII, Kemang Utara IX, dan Kemang Timur XI. "Kami juga memanfaatkan WA grup untuk menyampaikan jika sudah masuk musim hujan," ujar dia.

Kemang pernah dilanda banjir besar pada awal tahun ini. Saat itu ketinggian banjir mencapai 70 cm yang berasal dari luapan Kali Mampang. Bahkan di daerah Kemang Utara banjir mencapai tinggi 1 meter.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan banjir di Kemang, Jakarta Selatan, terlihat semakin parah karena masifnya terjadi pelanggaran dan perubahan tata bangunan dari ruang hijau menjadi beton.

"Dalam kasus Kemang saya lihat pengendalian tata ruangnya sangat lemah," kata Nirwono melalui pesan teksnya, Selasa, 23 Februari 2021.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus