Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan akan membangun sumur injeksi untuk mengatasi banjir di wilayahnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Arief mengatakan ada 4.000 titik sumur injeksi yang akan dibangun mulai tahun ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Dari evaluasi, kami perlu membuat pintu air supaya air dari Cisadane tidak masuk ke Kali Sabi," kata Arief saat ditemui di Seminar Sinergitas Stakeholder dalam Pengelolaan Banjir di Kawasan Jabodetabek yang digelar di Gedung IASTH Universitas Indonesia, Rabu 15 Januari 2020.
Sebelumnya Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan pengujian dengan membangun sumur injeksi di beberapa titik. Berdasarkan pengamatan, hasilnya cukup memuaskan. "Kondisi 2, 3 jam biasanya air hilang. Jadi sekalian sumur injeksi itu untuk mengendalikan air tanah," ucap Arief.
Arief menuturkan bahwa kendala pemerintah kota dalam menangani banjir adalah masalah birokrasi. Situ-situ yang ada di Tangerang merupakan aset provinsi, bukan aset kota. "Sebenarnya pemerintah kota mengusulkan, udah serahin aja ke kota. Asetnya jadi (milik) kita, yang ngerawat jadi kita," ucapnya.
Pemerintah kota Tangerang sudah melakukan pencegahan banjir sejak menerima peringatan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) bulan November tahun lalu. "Danau-danau itu kita sedot, kita pompa keluar. Jadi pas hujan, benar-benar dia (danau) sanggup menerima tampungan air. Nah, cuman kemarin kondisinya semua (air) limpas. Karena dari hujan lokal yang tinggi, ditambah lagi kiriman," kata dia.
Arief menambahkan bahwa pemerintah kota berniat untuk melibatkan masyarakat dalam menangani banjir. "Sekarang kita lagi terus dorong masyarakat. Kan, itu dananya dari Pemda, tapi yang kerja bagian masyarakat, ada badan kelompok masyarakat yang akan kami latih," kata dia.
KIKI ASTARI