Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta -Kebakaran di Duri, tepatnya terjadi di Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat Selasa malam 11 Agustus 2020 lalu dikabarkan berawal dari kompor meledak.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ledakan kemudian meluas hingga menghanguskan seratusan rumah di tiga RT di RW 05, yaitu RT 001, 002, dan 003.
“Kompor meledak, kemudian kena gas, kebetulan yang bersangkutan adalah jualan gas kompor. Gas kompor itu, yang melon. Karena kan ini daerah padat, sehingga dalam waktu empat jam itu bisa membakar tiga RT,” ujar Lurah Duri Selatan, Ghufri di lokasi pengungsian, Jakarta Barat, Rabu, 12 Agustus 2020.
Baca juga: Hampir Seribu Orang Jadi Korban Kebakaran di Duri
Tidak ada korban yang meninggal dalam musibah ini. Berdasarkan laporan posko bantuan Kelurahan Duri Selatan Rabu ini, sampai sekitar pukul 14.30 WIB, kebakaran itu menghanguskan 101 rumah, yang berdampak pada 144 kepala keluarga, sehingga jumlah keseluruhan korban 458 orang, dengan 59 di antaranya merupakan balita, dan 16 lainnya merupakan lansia.
Kondisi saat ini, korban terdampak tengah dievakuasi ke tenda-tenda yang didirikan Dinas Sosial, untuk mempermudah koordinasi penanganan dna bantuan, sementara petugas Pemadam Kebakaran tengah merobohkan puing-puing bangunan dan mengamankan lokasi dari bekas kebakaran di Duri tersebut.
“Kondisi sekarang di lokasi ya, tinggal puing-puing sama kusen-kusen kosong dan ada beberapa rumah tingkat yang sedang ingin roboh, makanya sedang dirobohkan oleh pemadam dengan kekuatan air hari ini. Jadi nanti pada saat kita kerja bakti, tidak membahayakan yang kerja bakti,” ujar Ghufri.
ACHMAD HAMUDI ASSEGAF l DA
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini