Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, partainya mendesak penjadwalan kembali rapat paripurna interpelasi Formula E. Menurut dia, rapat paripurna interpelasi tahun lalu tertunda lantaran tidak memenuhi syarat kuorum.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Interpelasi itu kan barang yang belum mati," kata dia saat dihubungi, Jumat, 8 April 2022.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sebelumnya, dua fraksi DPRD DKI, PDIP dan PSI, mengajukan permohonan interpelasi Formula E. Dua partai ini mau mempertanyakan seputar perhelatan Formula E kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Rapat paripurna interpelasi berlangsung pada Selasa, 28 September 2021. Namun, enam fraksi yang menolak interpelasi Formula E menilai rapat tersebut tidak sah.
Alasannya hanya Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi yang menandatangani surat undangan rapat paripurna interpelasi. Hal ini juga yang membuat keenam fraksi melaporkan Prasetyo ke Badan Kehormatan (BK) DPRD, karena dinilai telah melanggar tata tertib dewan.
Gembong melanjutkan, partainya telah menyampaikan kepada Prasetyo agar menggelar Bamus lagi untuk mengagendakan rapat paripurna interpelasi lanjutan. Menurut dia, tinggal satu tahapan lagi untuk menghelat rapat yang tertunda enam bulan itu.
"Minggu depan kami dorong lagi, kami ingatkan pada pimpinan untuk segera menjadwalkan Bamus, penjadwalan lanjutan paripurna tertunda," terang anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD itu.
Interpelasi Formula E kembali bergulir pasca BK DPRD menetapkan Prasetyo tak melanggar tatib dan kode etik dewan. BK menerbitkan surat penetapan tersebut pada 14 Maret 2022.