Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Djafar Muchlisin membantah pengadaan tanaman dan bahan dekorasi dengan nilai penawaran Rp 8,1 miliar merupakan anggaran untuk pohon imitasi.
"Bukan (untuk pohon imitasi)," kata Djafar Muchlisin kepada Tempo, Minggu, 3 Juni 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Setelah mencuatnya polemik pemasangan pohon imitasi di trotoar beberapa jalan di Jakarta, beredar foto dari situs LPSE mengenai lelang pengadaan tanaman dan bahan dekorasi yang dimenangi oleh PT Cahaya Perisai Afiyah. Lelang itu dikaitkan sebagai pengadaan pohon imitasi.
Baca: Warga Ini Sebut Sebetulnya Pohon Imitasi Bisa Percantik Kota
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Djafar membenarkan bahwa lelang pengadaan tanaman dan bahan dekorasi untuk dinas yang dipimpinnya. Namun, tanaman yang dimaksud merupakan tanaman hidup, bukan imitasi.
"Untuk dekorasi dan tanaman asli, digunakan untuk seluruh kegiatan di DKI Jakarta," kata Djafar.
Djafar Muchlisin mengatakan pengadaan tanaman dilakukan setiap tahun. Tanaman dan bahan dekorasi biasa digunakan untuk podium hias acara-acara di Balai Kota dan Balai Agung, atau juga saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Anggaran Rp 8,1 miliar untuk tanaman dan bahan dekorasi itu menjadi perbincangan setelah Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat memasang sejumlah pohon imitasi di trotoar Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan M.H. Thamrin.
Baca: Ternyata, Pohon Imitasi Pernah Dipasang Saat Tahun Baru 2017
Namun, pohon imitasi itu kemudian dicabut oleh Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta karena dianggap mengganggu pejalan kaki.
Kritik pemasangan pohon imitasi salah satunya datang dari Koalisi Pejalan Kaki. Koordinator koalisi, Alfred Sitorus, menilai pohon plastik yang dipasangi lampu-lampu itu justru mempersempit trotoar.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat tidak berkoordinasi ketika memasang pohon yang bertujuan untuk mempercantik Jakarta dalam menyambut Idul Fitri itu. Pohon imitasi itu diketahui berasal dari anggaran sebelumnya dan sudah pernah dipasang pada tahun baru 2017.