Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Penjabat (Pj) Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan Pemprov akan menindaklanjuti festival DWP atau Djakarta Warehouse Project yang digelar melebihi batas waktu yang ditentukan pada aturan PPKM Level 1.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Nanti Satpol PP akan menindak," kata dia saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat malam, 9 Desember 2022.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sebelumnya, Festival Musik Djakarta Warehouse Project atau DWP mulai digelar pada 9 Desember 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Komarudin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan guna meminimalisasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.
"Pengawasan dan pengamanan akan mengacu pada SOP (standar operasional prosedur) pengamanan kegiatan masyarakat sebagaimana Perkap (Peraturan Kepala Kepolisian) maupun peraturan undang-undang yang berlaku," kata dia saat dihubungi, Kamis, 8 Desember 2022.
Setelah dua tahun dilaksanakan secara online, konser DWP 2022 akan berlangsung offline selama tiga hari berturut-turut, 9-11 Desember. Konser musik bergenre electronic dance music (EDM) itu akan dimeriahkan puluhan musisi lokal atau internasional.
Kapasitas 30 ribu penonton per hari
Komarudin belum dapat memastikan jumlah personel yang dikerahkan untuk pengamanan. "Masih tunggu dari Polda," ujar dia.
Di kesempatan berbeda, Brand Consultant Ismaya Live Sarah Deshita mengatakan kapasitas acara DWP 2022 berjumlah 30 ribu penonton per hari. Sarah juga memastikan tidak akan ada penambahan penjualan tiket jika sudah habis terjual, demi menghindari kapasitas yang berlebihan.
Menurut dia, sebenarnya kapasitas JIExpo mampu menampung hingga 100 ribu pengunjung. Meski begitu, Ismaya Live memilih untuk memberi ruang lebih luas agar penonton tidak berdesak-desakan dan dapat menikmati acara musik dengan nyaman. "Sebenarnya kalau festival-festival Ismaya Live juga memang kami enggak suka yang dempet-dempetan ya, karena akan ada landmark, spot foto yang kalau keramaian jadi percuma," ucap dia.
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.