Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Fenomena Tanah Bergerak Terjadi Juga di Bogor

Tanah bergerak baru pertama kali terjadi di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

23 Oktober 2018 | 12.28 WIB

Warga di tiga RT di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan kejadian pergeseran tanah di wilayahnya. Kejadian tersebut mengakibatkan 25 rumah dan satu masjid retak, Selasa 23 Oktober 2018. TEMPO/ADE RIDWAN
Perbesar
Warga di tiga RT di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan kejadian pergeseran tanah di wilayahnya. Kejadian tersebut mengakibatkan 25 rumah dan satu masjid retak, Selasa 23 Oktober 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah di Tangerang dan Depok, fenomena tanah bergerak juga terjadi di Bogor. Tepatnya di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Penduduk di tiga RT menjadi geger dengan fenomena pergeseran tanah itu.

Baca: Retakan Tanah 20 Meter Muncul di Cimanggis Depok, Tanah Bergerak?

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Warga sudah mulai merasakan sejak Sabtu lalu,” kata Camat Babakan Madang Yudi Santosa, Selasa, 23 Oktober 2018. Pergerakan tanah itu makin terlihat dua hari kemudian. “Tanah terus bergeser sedikit demi sedikit. Sekarang lebarnya sekitar satu meter.”

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Yudi mengatakan, akibat pergerakan tanah tersebut, tidak kurang dari 25 rumah dan satu masjid menjadi retak. Panjang retakan mencapai 150 meter. “Ada empat bangunan yang rawan (ambruk) sehingga penghuninya diungsikan,” ujarnya.

Tanah bergerak di Kampung Cimangurang Desa Cijayanti Babakan Madang Kabupaten Bogor membuat rumah penduduk retak. TEMPO/Ade Ridwan

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengatakan wilayah Babakan Madang memang masuk wilayah rawan. “Daerah sana memang tanahnya bergeser terus,” ucapnya. Meski tidak merinci seperti apa kondisi pergeseran tanah tersebut, kata Budi, dampak pergeseran tanah tersebut dapat mengakibatkan kerusakan fisik rumah. “Tapi kami perlu hasil kajian bersama tim geologi, saat ini belum ada,” tuturnya.

Menurut Budi, BPBD belum mengeluarkan status tertentu untuk wilayah itu. Namun dia meminta warga Babakan Madang mencari tempat lebih aman.

Baca: Hujan Guyur Tanah Bergerak di Tangerang, Kepala Desa: Masih Aman

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, ada 15 kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terkait dengan pergeseran tanah, antara lain Kecamatan Sukaraja, Tamansari, Megamendung, Cisarua, Sukamakmur, Cariu, Cigudeg, Leuwiliang, Babakan Madang, dan Tamansari. “Tapi tanah bergerak baru ini,” kata Yudi.

Ade Ridwan

Lulusan sarjana Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957. Memulai karier jurnalistik di Tempo sejak 2018 sebagai kontributor. Kini menulis untuk desk hukum dan kriminal

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus