Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Gejala Diabetes pun Bisa Terlihat di Wajah, Apa Saja?

Banyak yang tidak sadar menderita diabetes tipe 2 karena tak melihat gejala. Padahal, gejalanya bisa terlihat dari kulit dan wajah.

4 Februari 2025 | 22.06 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Ilustrasi kulit kering dan pori-pori besar. Freepik.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Mata sering dianggap sebagai jendela kondisi kesehatan. Padahal, wajah pun bisa melakukan hal serupa, misalnya menunjukkan tanda-tanda Anda menderita diabetes. Hanya saja, jika tidak memperhatikan dengan teliti, Anda mungkin tak menyadarinya sampai segalanya terlambat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Jika tidak memperhatikan gejala dengan seksama, Anda mungkin tidak menyadari menderita diabetes sehingga tidak mengontrol gula darah sampai akhirnya kondisi semakin parah. Kebanyakan orang di Inggris, misalnya, menderita diabetes tipe 2 yang disebabkan kadar gula darah tinggi karena tubuh tak mampu memproduksi cukup insulin.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Banyak yang tidak sadar menderita diabetes tipe 2 karena tak melihat gejala. Menurut badan kesehatan Inggris (NHS), gejala umum yang biasa diwaspadai adalah lebih sering kencing dan selalu merasa haus. Akan tetapi, beberapa gejala fisik bisa muncul di wajah dan kulit serta menjadi peringatan dan memeriksakannya ke dokter.

Kulit kering dan gatal
Kulit berperan dalam sirkulasi darah di sekitar pembuluh darah dan mengirimkan oksigen dan nutrisi ke sel-sel kulit. Ketika proses ini terganggu komplikasi diabetes, maka masalah pun mulai bermunculan. Sebagian orang mungkin memperhatikan kulit terasa kering dan gatal serta muncul kemerahan. Perubahan warna ini bisa semakin parah menjadi bercak kehitaman, ruam, melepuh, dan perih.

Bercak-bercak atau skin tag juga bisa muncul di wajah akibat diabetes. Bila merasa kondisi itu benar karena diabetes, lebih baik periksakan ke dokter. Selain tanda-tanda yang tampak jelas, kulit mungkin juga mengalami perubahan tekstur. Beberapa kasus melaporkan kulitnya terasa berlemak, kondisi yang dikenal sebagai "kulit tebal diabetes" di belakang leher, bahu, lengan, dan punggung bagian atas.

Dalam kondisi yang lebih parah, penebalan kulit membuat penderita sulit menggerakkan bagian atas tubuh dan bernapas dalam. Meningkatnya aliran darah ke kulit menyebabkan berubahnya tekstur dan tampilan kulit. Kondisi ini juga menurunkan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri.

Tanda-tanda tersebut juga bisa muncul dalam kondisi pradiabetes atau sebelum ada konfirmasi diagnosis. Itulah pentingnya periksa ke dokter jika merasakan perubahan pada kulit. Demikian dilansir dari Mirror.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus