Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Mengapa Bisnis Smelter Nikel Mendapat Banyak Insentif

Pemerintah memberikan berbagai kemudahan bagi industri smelter. Menghapus banyak aturan yang tak ramah investasi.

7 Januari 2024 | 00.00 WIB

Kawasan industri berbasis nikel Indonesia Morowali Industrial Park atau PT IMIP di Kecamatan Bahodopi, Sulawesi Tengah, 31 Desember 2023. ANTARA/Mohamad Hamzah
material-symbols:fullscreenPerbesar
Kawasan industri berbasis nikel Indonesia Morowali Industrial Park atau PT IMIP di Kecamatan Bahodopi, Sulawesi Tengah, 31 Desember 2023. ANTARA/Mohamad Hamzah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Pekerja smelter bisa terbebas dari kewajiban berbahasa Indonesia.

  • Perusahaan smelter mendapat banyak kemudahan dari sisi fiskal.

  • Pemerintah mengklaim masih mendapatkan penerimaan signifikan dari proyek smelter.

BAHASA percakapan menjadi salah satu persoalan bagi para pekerja fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Perbedaan bahasa antara karyawan lokal dan pekerja asal Cina sering menyulitkan mereka yang harus bahu-membahu dalam menyelesaikan pekerjaan. “Kadang (pembicaraan) kami tidak nyambung,” Andi Hamka, Wakil Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Morowali, bercerita pada 5 Januari 2024. “Mereka tidak mengerti bahasa Indonesia, kami setengah mati memahami bahasa Mandarin.” 

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Mancing Ikan Proyek Nikel"

Retno Sulistyowati

Alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Bergabung dengan Tempo pada 2001 dengan meliput topik ekonomi, khususnya energi. Menjuarai pelbagai lomba penulisan artikel. Liputannya yang berdampak pada perubahan skema impor daging adalah investigasi "daging berjanggut" di Kementerian Pertanian.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus