Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Pekerja smelter bisa terbebas dari kewajiban berbahasa Indonesia.
Perusahaan smelter mendapat banyak kemudahan dari sisi fiskal.
Pemerintah mengklaim masih mendapatkan penerimaan signifikan dari proyek smelter.
BAHASA percakapan menjadi salah satu persoalan bagi para pekerja fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Perbedaan bahasa antara karyawan lokal dan pekerja asal Cina sering menyulitkan mereka yang harus bahu-membahu dalam menyelesaikan pekerjaan. “Kadang (pembicaraan) kami tidak nyambung,” Andi Hamka, Wakil Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Morowali, bercerita pada 5 Januari 2024. “Mereka tidak mengerti bahasa Indonesia, kami setengah mati memahami bahasa Mandarin.”
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Mancing Ikan Proyek Nikel"