Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Kemenkominfo Menyelenggarakan Pekan Literasi Digital Bersama Kelompok Masyarakat Milenial dan Komunitas di Kota Batu

Kemenkominfo Menyelenggarakan Pekan Literasi Digital Bersama Kelompok Masyarakat Milenial dan Komunitas di Kota Batu

12 Agustus 2022 | 15.45 WIB

Kemenkominfo Menyelenggarakan Pekan Literasi Digital Bersama Kelompok Masyarakat Milenial dan Komunitas di Kota Batu
Perbesar
Kemenkominfo Menyelenggarakan Pekan Literasi Digital Bersama Kelompok Masyarakat Milenial dan Komunitas di Kota Batu

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyelenggarakan Pekan Literasi Digital di Kota Batu. Kegiatan ini dihadiri oleh 350 peserta yang terbagi menjadi Kelompok Masyarakat Millenial dan Komunitas pada tanggal 26 Juli 2022 di Hotel Horison Trunojoyo, Kota Batu, Jawa Timur.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pekan Literasi Digital diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat dan komunitas setempat agar dapat memanfaatkan teknologi digital dengan tepat guna dan bertanggung jawab. Milenial atau generasi muda dirujuk sebagai salah satu generasi yang potensial di era disrupsi teknologi saat ini. Dalam laporan yang dirilis oleh APJII bulan Juni 2022 lalu, ditemukan bahwa kelompok umur 13-18 tahun memiliki tingkat penetrasi internet tertinggi dengan persentase 99,16 persen, yang selanjutnya diikuti oleh kelompok usia 19-34 tahun yang memiliki penetrasi internet sebesar 98,64 persen.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Merespon hal tersebut, Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menginisiasi program Pekan Literasi Digital untuk Kelompok Masyarakat Milenial dan Komunitas. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Provinsi Jawa Timur yang menuturkan bahwa teknologi informasi berkembang sangat cepat namun belum bisa diimbangi oleh perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh sebab itu Literasi Digital hadir untuk mengatasi hal ini.

“Memang saat ini sedang dibutuhkan literasi digital, kecepatan teknologi informasi masih belum balance dengan kemampuan SDM-nya, membangun teknologi merupakan hal yang lebih mudah dari membangun manusianya. Harus ada percepatan pembangunan SDM untuk mengimbangi perkembangan teknologinya,” tutur Dr. Hudiyono, Kadis Kominfo Jawa Timur.

Agenda dilanjutkan dengan sesi diskusi Obral-obrol Literasi Digital yang membahas Makin Cakap Digital dengan empat pilar literasi digital menghadirkan Rizki Ameliah (Ketua Tim Literasi Digital Sektor Kelompok Masyarakat Kemenkominfo), Donny BU (Dewan Pengarah Siberkreasi) dan ICT Watch), Frida Kusumastuti (Japelidi), dan Soni Mongan (Praktisi Literasi Digital). Rizki Ameliah dalam diskusi Obral-obrol Literasi Digital menyampaikan gambaran umum program Gerakan Literasi Digital Nasional.

“Kalau bicara soal program literasi digital, literasi digital itu sudah digaungkan sejak 2017 oleh Kementerian Kominfo bersama dengan GNLD Siberkreasi, tetapi karena ada pandemi ini, program literasi digital masuk sebagai dari bagian upaya visi misi presiden Jokowi terkait perkembangan SDM digital,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu modul literasi digital yang dibahas dalam kegiatan ini adalah modul Keamanan Digital mengenai praktik fundamental privasi dan sekuriti digital personal.

“Security Update harus rutin dilakukan karena perangkat lunak apapun membutuhkan
perawatan dan perbaikan untuk memperbaiki bugs dan patch holes. Dengan demikian,
smartphone kita dapat tetap aman,” ucap Donny BU, Dewan Pengarah Siberkreasi dan ICT Watch.

Beragam Kelas Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo

Kemenkominfo Menyelenggarakan Pekan Literasi Digital Bersama Kelompok Masyarakat Milenial dan Komunitas di Kota Batu

Pada Pekan Literasi Digital di Kota Batu, Jawa Timur, terdapat kelas-kelas yang mengusung empat pilar Literasi Digital dengan narasumber yang kompeten di masing-masing kelas, yakni Kelas Obral-Obrol Literasi Digital, Kelas Kebal Hoaks, Kelas Personal Branding dan Kelas Konten Kreator.

Di sesi kelas Personal Branding, Soni Mongan selaku Public Speaker dan Praktisi Literasi Digital menyampaikan bahwa Personal Branding ini penting untuk kita kembangkan. Dari situlah bisa tercipta koneksi dan kolaborasi baru yang positif dan bermanfaat.

“Personal branding itu bagaimana kita memasarkan diri kita dan karier melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Personal branding itu ada dua, face to face dan menggunakan media digital.
Face to face itu yang istilahnya dari mulut ke mulut. Sedangkan untuk digital, berarti kita
menjual memperlihatkan lewat sosial media,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa di ranah
digital, kita harus mengetahui hal unik yang ada di dalam diri kita.

Eko Widianto melalui Kelas Kebal Hoaks menjelaskan mengenai pentingnya jejak digital bagi citra seseorang. Itu sebabnya perlu serba hati-hati dalam bermedia sosial, utamanya dalam menyebarkan informasi.

“Kawan-kawan, rekam jejak digital itu penting, sekarang banyak perusahaan yang mempertimbangkan seseorang dari rekam jejak digitalnya. Jadi sekarang kawan-kawan harus lebih hati-hati, jangan pernah membuat rekam jejak digital yang buruk, salah satunya adalah hoax. Kalau dulu ada ungkapan mulutmu harimaumu, sekarang ini di era digital jari kita juga harimau kita. Jika kita tidak cerdas memilih informasi kemudian
menyebarkan begitu saja, hal itu dapat menyebabkan kerusuhan,” tuturnya.

Pada kelas Konten Kreator untuk kelompok Milenial dan kelompok Komunitas yang berjalan secara paralel, tim Literasi Digital Kemenkominfo turut menjadi pemateri dalam kelas tersebut. Kelas Konten Kreator untuk kelompok Milenial membahas mengenai keterampilan yang harus dikuasai sebagai seorang social media officer hingga tips untuk meningkatkan engagement akun media sosial pribadi maupun organisasi atau komunitas. Pada kelas Konten Kreator untuk
kelompok Komunitas, peserta diajak untuk bisa lebih memahami mengenai komposisi
pembuatan konten yang baik dan menarik untuk media sosial komunitas.

Kegiatan Pekan Literasi Digital berlangsung interaktif. Narasumber memberikan penjelasan disertai dengan materi paparan yang informatif dan menarik. Setelah itu, para peserta dipersilakan untuk mengajukan pertanyaan.
Pekan Literasi Digital merupakan salah satu bagian dari Program Literasi Digital Nasional bertajuk Indonesia Makin Cakap Digital yang mengangkat empat pilar literasi digital, yaitu Etika
Digital, Kemampuan Digital, Keamanan Digital, serta Budaya Digital. Kegiatan ini bertujuan untuk menjangkau 50 juta orang hingga tahun 2024 mendatang.
Adapun Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @siberkreasi, @literasidigitalkominfo atau website info.literasidigital.id.

Tempo.co

Tempo.co

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus