Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip
TAUFIEQURACHMAN RUKI :

Berita Tempo Plus

KPK Sekarang Ibarat Mobil Mogok

23 Februari 2015 | 00.00 WIB

KPK Sekarang Ibarat Mobil Mogok
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TUJUH tahun lebih setelah meninggalkan Komisi Pemberantasan Korupsi, Taufiequrachman Ruki, 69 tahun, kini kembali memimpin lembaga itu dalam status pelaksana tugas. Presiden Joko Widodo melantik purnawirawan polisi ini untuk sementara menggantikan Abraham Samad, yang nonaktif karena ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan dokumen oleh Kepolisian, Jumat pagi pekan lalu.

Bersama pengacara Indriyanto Seno Adji dan Deputi Pencegahan KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Ruki akan memimpin komisi antikorupsi yang sedang berada di tengah badai serangan dari Kepolisian. "Kami ditugasi menyelesaikan masalah antara KPK dan Polri," katanya kepada Rusman Paraqbueq dari Tempo, yang mewawancarainya di mobil dalam perjalanan menuju Markas Besar Polri, Jumat sore pekan lalu. Indriyanto dan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja berada di mobil yang sama.

Apa tugas pertama Anda sebagai pelaksana tugas Ketua KPK?

Supporting organisasi sehingga bisa melaksanakan tugasnya secara optimal. Saya juga harus memfasilitasi kebutuhan pegawai dan penyidik KPK. Yang paling penting sekarang adalah memproteksi mereka.

Proteksi dari apa?

Dari hal-hal yang membuat tugas mereka tidak lancar, dari intervensi, teror, dan macam-macam. Itu tanggung jawab yang paling berat.

Termasuk memproteksi dari kasus-kasus yang dibidikkan Polri?

Itu istilah Anda. Pengertian proteksi bukan memberi bantuan hukum, bukan menjadi pengawal, melainkan harus mampu memberi rasa aman dari gangguan.

Sudah punya cara menyelesaikan konflik KPK-Polri?

Belum. Senin pekan depan, kami mulai bekerja.

Sebagai mantan Ketua KPK, tentu sudah ada gambaran?

Agak berbeda masalah yang kami hadapi pada 2003-2007 dengan sekarang. Cara bertindak yang lama belum tentu bisa dipakai. Ketika menjadi pemimpin periode pertama, kami berfokus membangun soliditas, capacity building, serta mulai menyusun dan menerapkan standard operating procedure. Persoalan sekarang ibarat mobil mogok, walaupun enggak mogok total. Tantangannya tidak sama.

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberitahukan alasan memilih Anda?

Jawabannya cuma satu: kau yang memulai, kau yang mengakhiri. Itu saja. Sambil ketawa-ketawa. Dia bilang, "Wah, ini jadi judul lagu, nih." Saya jawab, "Wah, jadi pemadam kebakaranlah saya ini." He-he-he….

Maksudnya diminta mengakhiri KPK?

Bukanlah. Maksudnya mengakhiri kemelut-kemelut yang terjadi. Kalau mengakhiri KPK, saya sendiri orang pertama yang akan tampil menolak. Buat saya, save KPK save pemberantasan korupsi. Saya tidak mau terjadi pelemahan dan pengebirian KPK.

Sebenarnya seperti apa akhir konflik KPK versus Polri ini?

Susah menjawabnya. Kalau ending yang pasti, enggak tahu saya.

Bagaimana sih kelanjutan pengusutan kasus Budi Gunawan?

Harus tetap lewat hukum. Tapi, bagaimana baiknya, jujur kami harus bersabar menunggu perkembangannya.

Kenapa?

Kasus ini tidak bisa diselesaikan oleh saya sendiri. Di lingkungan KPK saja kami mesti berbicara dengan lima orang yang memutuskan. Kemudian kami mesti berbicara dengan Kepolisian. Saya tidak melihat kasus ini single case, yaitu kasus Budi Gunawan, tapi ada kasus lain, seperti kasus Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan penyidik KPK.

Jadi bagaimana menyelesaikannya?

Kalau mesti satu-satu dibedah, rasanya tidak akan selesai dalam sepuluh bulan. Menurut saya, harus ada sebuah kebijakan besar bahwa kasus-kasus ini harus diselesaikan dalam rangkaian solusi.

Anda menjabat komisaris Bank BJB. Tidak ada konflik kepentingan?

Terhitung sejak hari ini, saya menyatakan mundur dari kegiatan-kegiatan bisnis. Selain komisaris di BJB, saya menjadi komisaris perusahaan kecil punya anak-anak saya. Saya juga mundur sebagai advisor beberapa perusahaan dan menghentikan kegiatan konsultan untuk beberapa lembaga swasta. Jujur saja, dari sisi penghasilan, ya menurun. Tapi uang bukan segala-segalanya.

Benarkah Anda dekat dengan Direktur Utama PT Sentul City Cahyadi Kumala alias Sui Teng, tersangka kasus suap Bupati Bogor?

Saya tahu Sui Teng, tapi tidak kenal dekat.

Tidak ada konflik kepentingan?

Yang saya tahu, kasus Sui Teng sudah di pengadilan, bukan di penyidikan lagi. Jadi bagaimana bisa saya mengintervensi?

Betul Anda dulu sering berkaraoke bersama Sui Teng?

Jangan nuduh-nuduh-lah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus