Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Kepolisian mendekati dosen agar membuat testimoni memuji keberhasilan pemerintah Jokowi untuk menandingi kritik para guru besar atas pelbagai pelanggaran hukum oleh Presiden Jokowi.
Kementerian menyisipkan kegiatan untuk menggalang dukungan bagi Prabowo-Gibran.
Dari bimbingan teknis, penyuluh pertanian, hingga penyuluh agama menyebar ke seluruh penjuru mendulang suara bagi Prabowo Subianto.
AWAL Februari menjadi waktu yang sibuk bagi petinggi kepolisian di Jawa Tengah. Hari-hari itu mereka ditugasi menggalang dukungan dari petinggi universitas untuk mengatasi kritik guru besar dari berbagai kampus. Mulai Rabu, 31 Januari 2024, banyak akademikus mengecam keberpihakan Presiden Joko Widodo kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Umum 2024.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Erwan Hermawan, Francisca Christy Rosana, Hussein Abri Dongoran, Mustofa Bisri (Bangkalan), Pito Agustin (Yogyakarta), Abdul Latif Apriaman (Nusa Tenggara Barat), Sidik Permana (Bogor), dan Jamal A. Nashr (Semarang) berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Operasi Klandestin untuk Putra Sulung"
----------
Catatan redaksi:
Berita ini mengalami dua kali perubahan.
- Pertama, pada Senin, 12 Februari 2024, pukul 11.27. Yaitu, menambahkan bahwa Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi lulusan Sekolah Perwira Militer Sukarela tahun 1989.
- Perubahan kedua terjadi pada Rabu, 21 Februari 2024, pukul 11.59. Yaitu, menambahkan hak jawab dari Kementerian Pertanian.