Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Mengenang Zoetmulder

DUA acara yang berkaitan dengan sastra Jawa Kuno digelar pada pertengahan November 2019. Memasuki usianya yang sewindu, di Yogyakarta dan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Borobudur Writers & Cultural Festival pada 21-23 November lalu menggelar sebuah simposium tentang panteisme dan Tantrayana untuk menghormati Petrus Josephus Zoetmulder, tokoh perintis studi sastra Jawa Kuno. Sebelumnya, pada 16-17 November di Malang, Jawa Timur, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengadakan simposium untuk menghormati  Stuart Owen Robson, ahli Jawa Kuno dari generasi sesudah Zoetmulder yang pernah bersama Zoetmulder menyusun kamus Jawa Kuno-Inggris. Robson dalam kesempatan itu juga dihadirkan oleh Perpusnas. Keindahan sastra Jawa Kuno tak lekang oleh waktu.

30 November 2019 | 00.00 WIB

Mengenang  Zoetmulder/dok: bwcf
Perbesar
Mengenang Zoetmulder/dok: bwcf

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TAHUN 1943-1946. Jepang masuk ke Indonesia. Ahli Jawa Kuno, -Petrus Josephus Zoetmulder, ditahan. Romo Jesuit ini dijebloskan ke penjara Cimahi, Jawa Barat. Meski menderita di dalam tahanan, dia tetap tak bisa berhenti memikirkan sastra Jawa Kuno. Di dalam kamp tahanan Jepang, Zoetmulder tekun menyusun studi gramatika Jawa Kuno. 

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Tempo

Tempo

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus