Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pedagang daging sapi di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, mogok jualan mulai hari ini, Senin, 28 Februari 2022. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap melonjaknya harga daging sapi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kios-kios pedagang sapi yang biasa berjualan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat hari ini terpantau kosong. Hanya terlihat satu kios yang beroperasi, namun menjual daging kambing.
Jundi, 25 tahun, penjual daging kambing tersebut mengatakan jika koleganya para pedagang daging sapi akan mogok jualan tiga hingga empat hari. "Mogoknya mulai hari ini. Sepertinya mereka akan mogok 3-4 hari sampai seminggu," kata warga Slipi itu saat ditemui di Pasar Palmerah.
Slamet, penjual kopi yang biasa berjualan di Pasar Palmerah, menyampaikan bahwa belum ada pihak berwenang baik dari pengelola pasar maupun dari pemerintah yang datang meninjau penjualan daging sapi hari ini. "Belum ada siapa-siapa yang ke mari," katanya.
Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia atau APDI, Wahyu Banten Timur, menyatakan para pedagang akan mogok jualan hingga 4 Maret 2022. Ia menampik kabar jika aksi mogok jualan ini batal
Menurut Wahyu, pihaknya mendesak agar pemerintah bisa menurunkan harga sapi timbang hidup dari Rp54 ribu sampai Rp55 ribu. Mereka meminta pula agar harga daging timbang karkas yang sudah tembus di harga Rp108 ribu sampai Rp110 ribu turun. “Apabila itu tidak turun, kami akan teruskan mogok jualan dari Senin sampai Jumat, maksimal,” katanya saat dihubungi Tempo, Ahad, 27 Februari 2022.
Ia mengatakan APDI telah menempuh berbagai upaya untuk membantu para pedagang agar bisa menurunkan harga daging sapi, termasuk berkomunikasi dengan pihak pemerintah.
HAMDAN ISMAIL | MUTIA YUANTISYA