Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Pengerjaan Jalan Layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat Sesuai Jadwal

"Mudah-mudah akhir tahun ini sudah bisa dilintasi." Menurut Heru, sudah banyak masyarakat yang menanyakan selesainya jalan layang itu.

5 Agustus 2020 | 10.41 WIB

Foto udara pembangunan jalan layang tapal kuda di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Jalan layang yang bentuknya menyerupain tapal kuda itu, mempunyai panjang 782 meter dan lebar 6,5 meter. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Perbesar
Foto udara pembangunan jalan layang tapal kuda di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Jalan layang yang bentuknya menyerupain tapal kuda itu, mempunyai panjang 782 meter dan lebar 6,5 meter. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Selatan memastikan pengerjaan jalan layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat sesuai rencana sehingga diperkirakan selesai tepat waktu pada akhir 2020. "Senin lalu (3 Agustus) kami cek untuk melihat progres pekerjaannya. Sudah sesuai rencana," kata Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Jakarta Selatan Heru Suwondo, di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

Pengerjaan dua jalan layang di wilayah Jakarta Selatan proyek pembangunan dari Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta ini telah dimulai sejak akhir 2019. Anggaran jalan layang Lenteng Agung Rp143,5 miliar panjangnya 880 meter, dengan pembagian, sisi barat di seberang IISIP sepanjang 430 meter dan sisi timur 450 meter.

Pengerjaan jalan layang Lenteng Agung 79 persen. “Bagian atas sudah terbentuk bahkan sudah bisa kita lintasi waktu pengecekan," kata Heru.

Sedangkan panjang jalan layang Tanjung Barat 1.120 meter. Sisi selatan sepanjang 470 meter, sisi utara panjangnya 580 meter dengan lebar sekitar delapan meter dan tinggi masing-masing sisi 6,5 meter. "Jalan layang Tanjung Barat sudah 66 persen rampung."

Para pejabat Kota Jakarta Selatan mengecek untuk memastikan pembangunan proyek sudah sesuai kriteria rancangan jalan layang, seperti dilengkapi dengan sumur resapan dan drainase.

Jalan layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat dibangun untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan itu karena adanya perlintasan rel kereta api. Dengan adanya jalan layang, kendaraan tidak perlu lagi menyeberang atau berbelok di atas perlintasan, tetapi menggunakan jalan laying itu.

Masyarakat yang hendak menyeberang bisa menggunakan jembatan penyeberangan orang dengan lift dan ramah untuk penyandang disabilitas. "Mudah-mudah akhir tahun ini sudah bisa dilintasi.” Menurut Heru, sudah banyak masyarakat yang menanyakan selesainya jalan layang itu.  
 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus