Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Terlihat sisa-sisa batang pohon bekas dicabut di sepanjang separator di depan Hotel Le Meridien sampai Hotel Grand Sahid, kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Hanya tersisa beberapa pohon saja yang masih berdiri kokoh.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Petugas satuan keamanan Hotel Le Meridien mengatakan, pencabutan pohon dilakukan sejak Senin malam, 5 Maret 2018. "Kalau enggak salah Senin malam ditebangnya," kata dia di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, pada Jumat, 9 Maret 2018.
Ada warga Jakarta yang menyayangkan pemindahan pepohonan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. "Kalau bisa ya tetap ada pohon, biar adem," ujar Dimas Rachmadan.
Dimas Rachmadan, yang berprofesi sebagai fotografer, berharap nantinya penataan jalan dan trotoar yang dijanjikan Gubernur DKI Anies Baswedan sesuai dengan peruntukannya. "Jangan nanti tiba-tiba (trotoar) buat pedagang kaki lima."
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Simak: Anies Baswedan Didesak Patuhi Aturan di Trotoar Sudirman-Thamrin
Penataan jalan dan trotoar sepanjang Sudirman-Thamrin melibas 451 pohon yang harus dipindahkan dari jalur hijau di separator yang membelah jalan protokol tersebut. Pohon-pohon itu dicabut lalu dipindahkan antara lain ke Taman BMW, Jakarta Utara. Nantinya, trotoar Sudirman-Thamrin hanya akan dipasangi pot-pot tanaman.
Proyek penataan ditargetkan rampung pada Juli mendatang atau sebelum Asian Games 2018. Tidak hanya memperlebar trotoar, Pemprov DKI juga akan menambah jalur khusus sepeda motor dan bus.
Pendapat berbeda dilontarkan mahasiswa bernama Arif Satrio. Dia menyatakan setuju dengan rencana pembenahan trotoar agar lebih lapang. Menurut dia, pohon-pohon di separator Sudirman-Thamrin akan dipindahkan ke trotoar atau pedestrian.
"Setahu gue itu pohon nggak ditebang, tapi direlokasi ke jalur pedestrian. Jalur pedestriannya dilebarkan," kata Arif mengomentari penataan Sudirman-Thamrin.