Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Polisi Cek Kejiwaan Wanita yang Tangkap dan Pukuli Kucing di Tanjung Duren

Viral di media sosial seorang wanita menangkap dan memukuli kucing liar hingga mati

13 Desember 2021 | 12.30 WIB

Ilustrasi kucing. Lolchat.com
Perbesar
Ilustrasi kucing. Lolchat.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Tanjung Duren, Jakarta Barat tengah memeriksa L, 40 tahun, wanita yang menangkap dan memukuli kucing liar hingga mati. Video L ini sebelumnya viral di media sosial dan mengundang kecaman dari komunitas precinta hewan. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Rosana Albertina Labobar menerangkan pihaknya berhasil menangkap L pada malam kemarin setelah mendapat laporan dari komunitas hewan. 

 

"Jadi tadi malam ada penyerahan yang bersangkutan ke kantor kami tadi malam. Tapi setelah kami interogasi, dia tidak bisa memberi keterangan," ujar Rosana saat dihubungi Tempo, Senin, 13 Desember 2021. 

 

Rosana menjelaskan L kerap berlit-belit saat dimintai keterangan. Sehingga polisi tidak bisa menggali keterangan soal motif pelaku membunuh kucing liar tersebut. Polisi menduga L merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter sebelum pemeriksaan dilanjutkan. 

 

"Saat ini sudah kami bawa ke Rumah Kramatjati untuk diperiksa kejiwaannya," kata Rosana. 

 

Sebelumnya dalam video yang viral di media sosial, L mengambil kucing liar dan menyembunyikannya di kantong belanjaan. Ia kemudian memukuli kucing tersebut hingga tewas. 

 

Tindakan L direkam oleh masyarakat yang berusaha menegurnya. Namun L tidak berhenti dan malah memarahi orang tersebut. 

 

Hingga akhirnya komunitas pecinta kucing melaporkan tindakan L ke polisi. Saat ditangkap, Rosana menemukan satu kucing sudah mati dalam tas yang dibawa oleh pelaku. Soal adanya indikasi kucing tersebut untuk dikonsumsi, Rosana membantahnya. "Tidak ada indikasi ke sana," kata dia. 

 

M JULNIS FIRMANSYAH 

Baca juga:

 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus